Tampilkan postingan dengan label sekami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juni 2016

LOKAKARYA PENDAMPING SEKAMI Kevikepan Toraja, Keuskupan Agung Makassar


Pendasaran.....

Pembinaan dan pendampingan iman anak sangatlah penting diupayakan oleh Gereja. Sejak zaman Perjanjian Lama, sudah ada seruan untuk memerhatikan ajaran Allah dan mengajarkannya kepada anak-anak mereka (Ul 6:4-7). Iman dan kasih akan Tuhan, Allah Israel mesti diajarkan orangtua Yahudi kepada anak-anak mereka dalam pelbagai kesempatan dan dengan pelbagai cara. Pengajaran anak-anak sejak usia belia ini sangat penting demi menjamin perkembangan iman dan tingkah laku serta masa depan anak-anak (bdk. Amsal 22:6). Hal itulah yang dialami oleh Yesus, sehingga pada usia 12 tahun, Yesus mampu bersoal-jawab dengan para ahli Tauran di Bait Allah-Yerusalem (Luk 2:46-47).
Dalam Perjanjian Baru pun, Yesus sangat memerhatikan anak-anak (Mrk 10:13-16). Yesus memarahi murid-murid-Nya yang melarang orang membawa anak-anak kepada-Nya, dengan berkata: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya”. Setelah itu, Yesus memeluk anak-anak itu, kemudian memberkati mereka (bdk. Mrk 10:14-16).
Pada zaman sekarang ini pun, kita sebagai pengikut Kristus diharapkan memperhatikan perkembangan iman anak-anak. Untuk itu, Gereja mengundang kaum beriman awam untuk terlibat juga dalam karya pewartaan Gereja (bdk. LG 35). Maka Gereja membutuhkan tenaga-tenaga pendamping dan pembina yang bisa menjadi perpanjangan tangan Gereja dalam pewartaan Kerajaan Allah di dunia kepada anak-anak.
Para pendamping dan pembina inilah yang menjadi ujung tombak Gereja di paroki-paroki, bahkan sampai ke rukun-rukun atau stasi-stasi. Untuk itu mereka hendaknya selalu dibekali dengan berbagai macam pelatihan dan bahan-bahan yang bisa mereka gunakan dalam pendampingan dan pembinaan iman anak. Tanpa adanya bahan pendampingan dan pelatihan, para pendamping dan pembina pasti akan kewalahan. Apalagi kebanyakan dari mereka tidak pernah belajar Teologi, Pastoral dan Katekese.

Terjadilah....

Mengingat pentingnya bahan-bahan pendampingan dan pembinaan tersebut, maka Tim Pelayanan Sekami (TPS) Kevikepan Toraja melaksanakan Lokakarya bagi Pendamping Sekami. Lokakarya ini ditujukan bukan hanya kepada pendamping Sekami Kevikepan Toraja, tetapi juga akan mengundang pendamping Sekami dari Kevikepan-kevikepan lain dalam wilayah Gereja Lokal Keuskupan Agung Makassar (KAMS), bahkan akan diharidi pula oleh pendamping Sekami dari Keuskupan Manado dan Keuskupan Amboina, yang tergabung dalam Wilayah Regional Gerejawi MAM (Makassar-Amboina-Manado).
Lokakarya Pendamping Sekami ini dilaksanakan pada hari Selasa-Sabtu, 5-9 Juli 2016, di Sahid Toraja, Paroki Ge’tengan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk lokakarya, dimana para pendamping sekami berkumpul bersama-sama untuk membahas masalah praktis dan kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pendampingan Sekami, selanjutnya bersama-sama mencari pemecahan atas masalah tersebut. Selain itu, dalam kegiatan ini pula para pendamping akan dibekali dengan hal-hal praktis yang berkaitan dengan proses pendampingan, agar para pendamping bisa menciptakan bahan pendampingan dan mengetahui cara-cara pendampingan Sekami yang mampu lebih mendekatkan Sekami kepada Tuhan dan mendekatkan Tuhan kepada Sekami. Tujuan itu kemudian dijabarkan sebagai berikut:
1. Mengumpulkan dan menyatukan pendamping Sekami di Kevikepan Toraja pada khususnya, dan pendamping Sekami se-Keuskupan Makassar pada umumnya.
2. Memberikan pemahaman akan arti pentingnya pelayanan pendampingan Sekami.
3. Mencari bersama masalah-masalah yang dihadapi pendamping Sekami dalam proses pendampingan yang dilaksanakan, dan pemecahan masalahnya.
4. Memberikan pembekalan kepada para pendamping Sekami agar mampu mengolah bahan-bahan pertemuan, baik secara pribadi maupun bersama-sama, dan bisa menyampaikannya dengan baik kepada Sekami yang didampingi.
5. Meningkatkan kualitas pendamping dan pendampingan.
6. Memotivasi para pendamping agar melayani dengan sepenuh hati dan penuh kasih seperti Yesus.
7. Mendorong pendamping agar mengenal dunia anak, memperdalam iman Katoliknya, serta mau mengenal dan mengembangkan diri bagi pelayanan Sekami.
Tema lokakarya ini adalah “Ia Menjamah dan Memberkati Mereka” (Mrk. 10:16). Tema ini terinspirasi dari kisah “Yesus memberkati anak-anak” dalam Injil Markus 10:13-16. Yesus menegur murid-murid-Nya yang menghalangi orang yang membawa anak-anak kepada-Nya. Yesus bersabda: “Biarlah anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Surga” (Mrk. 10:14). Akhirnya Yesus memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka. Dengan demikian, diharapkan melalui tema ini, para pendamping Sekami mampu membawa Sekami kepada Yesus, supaya Ia menjamah dan memberkati mereka.
Peserta kegiatan Lokakarya Pendamping Sekami ini adalah para pendamping sekami dari seluruh Kevikepan Toraja dan juga dari Kevikepan-kevikepan lain dalam wilayah Keuskupan Agung Makassar, yakni Kevikepan Makassar, Kevikepan Luwu, Kevikepan Sulawesi Barat, dan Kevikepan Sulawesi Tenggara, serta pendamping Sekami dari Keuskupan Amboina dan Keuskupan Manado. Total peserta yang hadir adalah 225 orang pendamping.
Selama lokakarya, para peserta begitu antusias dan bersemangat. Dinginnya udara Toraja tidak mengalahkan semangat para peserta. Mereka serius mengukuti setiap pertemuan dan mengolah bahan-bahan yang diberikan selama lokakarya, yakni: gerak dan lagu, spiritualitas pendamping Sekami, Eklesiologi, Psikologi anak, Kitab Suci untuk anak, Teknik mendongeng, dan cara mendampingi. Para peserta dibantu oleh para pemateri yang sudah ahli di bidangnya masing-masing. Spiritualitas pendamping Sekami diberikan oleh P. Viktor Wiro, Pr; Eklesiologi diberikan oleh P. Semporak Tangkeliku, Pr; Psikologi Anak oleh Kak Angela dari Makassar; Kitab Suci untuk Anak oleh Kak Seto dari Jakarta; Teknik mendongeng oleh Bapak Istoto dari Yogyakarta; dan Cara Mendampingi oleh Kak Tan Mariam dari KKI KWI Jakarta.

Akhirnya....

Selama kurang lebih 5 hari, lokakarya berlangsung, dari tanggal 5-9 Juli 2016. Para peserta telah menghasilkan beberapa tulisan yang nantinya akan diseleksi dan diedit oleh panitia dan Tim Pendamping Sekami Keuskupan Agung Makassar. Setelah diseleksi dan diedit, hasil tulisan itu akan dibukukan dan selanjutnya bisa digunakan dalam pendampingan Sekami di stasi-stasi maupun di paroki-paroki. *** (Penulis: P. Junarto Timbang, Dirdios KKI KAMS)

Senin, 10 November 2014

TEMU AKRAB SEKAMI DAN OMK SEPAROKI ST. YOSEP POLEWALI DALAM RANGKA BKSN 2014

Tahun ini (2014) Lembaga Biblika Indonesia mengambil tema: “Keluarga Beribadah dalam Sabda” sebagai tema Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Dalam tema itu tersirat harapan agar umat beriman senantiasa melandaskan hidup imannya pada terang Kitab Suci. Di sana tersirat pula harapan agar umat senantiasa akrab dengan Kitab Suci. Dalam rangka mengisi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN), Dewan Pastoral Paroki St. Yosep Polewali melalui Seksi Sekami dan Seksi Kepemudaan mengadakan kegiatan, berupa temu akrab anak-anak Sekami dan Orang Muda Katolik separoki. Dalam pertemuan ini dikemas berbagai kegiatan bersama, pertandingan dan lomba, yang dipersiapkan oleh 47 orang panitia. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26-28 September 2014, dan diikuti oleh 204 peserta dan 33 orang pendamping. Temu akrab ini lebih dimaksudkan untuk mempertemukan semua anak-anak Sekami dan OMK separoki untuk membangun persaudaraan, keakraban, persahabatan, sambil bergembira bersama dan menguji pengetahuan tentang Kitab Suci.

Kegiatan ini dibuka pada pkl. 16.00 Wita oleh Wakil Bupati Polewali Mandar, Drs. H. Muhammad Natsir, MM. Sebelum membuka kegiatan, beliau menyampaikan sambutannya, mewakili bapak bupati yang tidak bisa hadir karena sedang berada di Jakarta.  Dalam sambutannya beliau sangat mengapresiasi kegiatan untuk anak-anak Sekami dan Orang Muda Katolik sebagai generasi bangsa di masa mendatang. Beliau berharap agar generasi muda terus berkarya, melakukan kegiatan yang positif demi masa depan yang cerah dan gemilang. Selain itu beliau juga berharap agar kerukunan antar umat beragama yang telah tercipta dapat terjaga selamanya di Bumi Tipalayo tercinta dengan memegang prinsip Sipakala’bi’ (saling mengasihi) tanpa pandang agama, suku dan ras. Setelah memberikan kata sambutan yang singkat, Bapak Wakil Bupati menandai pembukaan kegiatan BKSN Sekami dan OMK se-Paroki Santo Yosep Polewali 2014 dengan pelepasan balon diiringi bunyi sirene dan dimeriahkan dengan tempik sorak dan tepuk tangan semua peserta yang hadir.

Selanjutnya, sekitar pkl. 17.00 Wita diadakan Misa pembukaan yang dipimpin oleh Pastor Paroki, RD. Simon Refliandy. Dalam homilinya pastor paroki menegaskan inspirasi Kitab Pengkhotbah bahwa segala sesuatu ada waktunya. Dalam kaitan dengan kegiatan BKSN Sekami dan OMK separoki Polewali ini, pastor paroki mengajak para peserta untuk bergembira bersama, sambil mempererat persaudaraan dan persahabatan. Selain itu, para peserta juga dipacu untuk menguji pengetahuan bersama tentang  Kitab Suci. Inilah waktunya untuk menikmati kebersamaan. Inilah waktunya untuk bergembira. Tanggalkan kesedihan, buang jauh-jauh segala beban di hati. Dalam berlomba, bukan juara yang terpenting, tetapi partisipasi, kebersamaan dan persahabatan. Para peserta diharapkan membangun persahabatan satu sama lain melalui pelbagai kegiatan yang diikuti, baik olahraga, kesenian dan kerohanian. Alangkah indahnya bila selama kegiatan ini, anak-anak Sekami dan OMK yang berasal dari 10 stasi bisa saling mengenal dan menjalin persahabatan.

Pada malam harinya, kegiatan diisi dengan lomba menyanyi antar Sekami, dengan lagu “BIAR ANAK-ANAK DATANG KEPADAKU”. Perlombaan ini sangat mengesankan karena diikuti oleh anak-anak yang memiliki warna suara yang sangat merdu, dengan gerakan yang lucu dan menarik. Sabda Yesus yang menghendaki anak-anak datang kepadaNya, malam ini sangat terasa dengan hadirnya anak-anak di panggung menyanyikan sabda itu. Para penonton sangat menikmati lomba ini. Seruan, teriakan dan tepuk tangan pemberi semangat memberikan suasana yang semakin hangat. Sesudah lomba nyanyi sekami, langsung dilanjutkan dengan lomba Cerdas Cermat Alkitab dan Lomba Lacak Kitab Suci antar OMK. Perlombaan ini pun tak kalah serunya. Pengetahuan OMK tentang Alkitab diuji dalam lomba ini. Sebagian besar pertanyaan yang diajukan oleh Fr. Klemens Palindangan, yang memandu lomba ini, dapat dijawab dengan benar oleh para peserta lomba. Ada pun pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab menjadi tantangan tersendiri bagi mereka untuk lebih akrab lagi dengan Kitab Suci. Bagian yang cukup seru dalam lomba ini adalah bagian Lacak Kitab Suci. Semua peserta sangat konsentrasi untuk mencari ayat yang ditunjukkan oleh pemandu lomba.

Hari pertama ini diakhiri dengan acara kebersamaan dan persaudaraan, yaitu dero bersama. Peserta, baik anak-anak Sekami, OMK, maupun orang tua dan para pendamping, semua ikut bergoyang dan berjoget untuk mengungkapkan kegembiraan bersama. Indahnya menari dan bergoyang bersama dalam suasana kegembiraan.

Pada hari berikutnya, Sabtu, 27 September 2014, kegiatan pagi diawali dengan senam dan doa pagi pada pukul 06.00-07.00 Wita. Pada pukul 08.30 – 12.00 Wita diadakan berbagai pertandingan olahraga dan perlombaan kesenian, baik Sekami maupun OMK. Kegiatan-kegiatan itu adalah futsal putri antar OMK, lomba mewarnai antar Sekami, lomba menggambar antar Sekami, belajar bersama Mars Sekami, lomba rias wajah antar OMK, lomba lari kelereng antar Sekami, lomba isi pensil dalam botol antar Sekami, lomba membawa karet gelang antar Sekami, lomba balon dancing antar Sekami dan OMK, lomba makan kerupuk antar OMK, lomba futsal putera dengan menggunakan daster antar OMK, lomba sepak takraw antar Sekami, lomba lari karung antar Sekami, lomba baca kitab suci antar Sekami dan OMK. Sangat terasa kegembiraan dan sukacita mewarnai kegiatan pertandingan dan perlombaan ini. Gelak tawa dan teriakan-teriakan pemberi semangat terdengar bersahut-sahutan. Semua peserta larut dalam gegap gempita pertandingan dan perlombaan yang sangat menyegarkan kebersamaan, dan semakin terciptalah suasana kegembiraan dan keakraban di antara mereka.

Setelah menikmati kegiatan lomba dari pagi sampai siang, dan istirahat sejenak untuk menikmati masakan para pendamping di tempat penginapan masing-masing, maka pada sore hari, para peserta diberi kekuatan rohani dengan mengikuti Misa pada pukul 18.00 – 19.00 Wita. Kemudian pada pukul 20.00 – 22.00 wita, kegiatan dilanjutkan dengan lomba CCA antar sekami dan lomba Nyanyi antar OMK. Lomba ini pun tidak kalah semaraknya pada malam kemarinnya. Kali ini OMK meramaikan suasana aula paroki dengan lagu “BETAPA TIDAK KITA BERSYUKUR”. Pengetahuan Kitab Suci anak-anak Sekami turut diadu dalam acara Cerdas Cermat Alkitab. Tidak hanya anak-anak dan OMK. Para pendamping yang ikut menonton turut mengasah kembali pengetahuan mereka akan Kitab Suci.

Malam kedua ini kembali ditutup dengan acara kebersamaan yang selalu ditunggu-tungggu oleh semuanya, yaitu berdansa dan berjoget bersama. Tetapi kali ini suasana agak berbeda dari malam sebelumnya. Karena malam ini adalah malam terakhir dalam rangkaian acara, maka panitia menyelenggarakan acara API UNGGUN. Dalam renungan api unggun yang dipandu oleh Sumanto Pasally dan Karyani, para peserta diajak untuk menjadi anak yang baik, yang sayang orangtua dan jadi teman yang baik bagi teman-temannya. Renungan diakhiri dengan sebuah doa untuk semua peserta agar selalu menjadi kebanggaan orang tua dan kebanggaan teman-teman. Kemudian, api unggun dinyalakan, diikuti alunan musik dan nyanyian kasih, yang langsung memancing semua untuk bergoyang. Apalagi ketika musik dero diputar, semua peserta langsung berjoget dengan sangat gembira dan semangat. Semua menikmati malam terakhir ini dengan sangat bahagia. Sempat juga disuguhkan tarian lain seperti “Cinta Satu Malam”, “cappucino”, dan tarian khas dari Flores, yaitu “Gemu Famire”. Semuanya menyemarakkan kehangatan di antara para peserta. 

Keesokan harinya, pada hari Minggu, kegiatan kembali diawali dengan senam dan doa pagi. Setelah sarapan para peserta kembali ke lokasi kegiatan untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Rupanya pertandingan pamungkas di hari ini adalah Tarik Tambang. Pertandingan sangat meriah dan semarak. Baik anak-anak Sekami maupun OMK sangat antusias tarik-menarik menggunakan tali tambang. Suasana gembira, senang, dan semarak kembali terasa pada momen ini. Di sisa-sisa waktu dalam kegiatan, peserta pun dapat bergembira dalam acara belajar bersama “Gerak dan Lagu”.

Rasa syukur peserta atas kebersamaan dan persaudaraan dalam kegiatan ini dipersembahkan melalui Misa penutupan yang dilaksanakan bersama seluruh umat di pusat paroki pada pukul 10.00 – 11.30 Wita, yang dipimpin oleh Pastor Paroki, RD. Simon Refliandy, Pr. Kebersamaan dalam Ekaristi dilanjutkan dalam acara kebersamaan di luar gereja dengan pengumuman hasil lomba, pembagian hadiah, dan ditutup dengan makan bersama. Semua stasi mengumpulkan perbekalan di dapur panitia, dan sejak pagi perwakilan stasi bekerja bersama untuk mempersiapkan perjamuan siang bersama. Semua menikmati perjamuan ini dengan gembira. *** Penulis: RD. Simon Refliandy

Senin, 24 Desember 2012

Jalan Santai Sekami Kevikepan Makassar dalam rangka 170 Tahun Sekami Sedunia

Pagi menunjukkan pukul 05.00. Pemandangan yang tidak umum terlihat di depan Seminari Menengah S. Petrus Claver, jln. Gagak 19. Beberapa kendaraan baik roda dua maupun empat datang dan pergi setelah menurunkan penumpangnya. Siapakah mereka? Ada apa gerangan?  Kok kebanyakan anak kecil ya. Oh ternyata mereka adalah anak Sekami se-Kevikepan Makassar. Bertepatan dengan hari libur tanggal 15 November 2012,  anak Sekami se-kevikepan  Makassar, pendamping Sekami, orang tua dan seminaris berkumpul di lapangan Seminari Menengah S. Petrus Claver-Makassar untuk satu maksud yaitu jalan santai Sekami dalam rangka mensyukuri 170 tahun Sekami yang puncaknya dirayakan tahun 2013.

Semua peserta berkumpul bersama di lapangan Sekami. Kegiatan diawali dengan gerakan pemanasan. Wabah tarian gangnam style dipilih sebagai gerakan pemanasan. Dengan penuh semangat semua yang hadir menari bersama. Instruktur cilik yang memandu yaitu Vanessa, Feny, Angel dan Keysha (anak Sekami Paroki Gotong-Gotong), sangat membantu peserta yang belum mengenal tarian ini. Suasana makin meriah karena beberapa peserta yang mulai mengenal tarian ini sangat antusias walaupun kadang gerakannya belum sempurna. Yang jelas semuanya tertawa lepas dan ceria.

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Pastor Alex Lethe, Pr., selaku Vikep Makassar dan P. Leo Paliling, Pr., selaku Pastor Paroki Mariso. Pastor Vikep memberikan kata sambutan singkat dan memimpin doa pembukaan. Dalam sambutannya Pastor Vikep mengajak anak-anak Sekami untuk tetap bersemangat dalam kegiatan Sekami. Setelah itu ketua Tim Pelayanan Sekami Kevikepan Makassar Alfons Massie memberikan informasi mengenai rute yang akan dilalui. Anak Sekami sudah tidak sabar untuk segera jalan santai. Dengan diarahkan oleh pendamping, anak Sekami berbaris dengan rapi menurut urutan paroki yang telah ditentukan panitia. Setiap paroki membawa vandel Sekami paroki.

Di depan pintu gerbang seminari, Pastor Vikep sudah siap dengan bendera start di tangan, dan dengan hitungan “1, 2, 3” yang meriah dari anak-anak, Pastor Vikep mengangkat bendera start tanda peserta yang diperkirakan berjumlah 900-an orang mulai berjalan. Dengan penuh semangat, peserta yang mayoritas anak Sekami, berjalan sambil bernyanyi seperti kebiasaan anak Sekami dalam pembinaan mereka setiap hari Minggu. Sempat terdengar komentar masyarakat bahwa baru kali ini ada kegiatan jalan santai pesertanya bernyanyi. Itulah tanda keceriaan anak Sekami, masa depan Gereja.

Rute yang dipilih tidaklah terlalu jauh, disesuaikan dengan kemampuan anak Sekami. Start dari jalan Gagak-jalan Kakatua-jalan Ratulangi-jalan Kasuari-jalan Cendrawasih-jalan Cendrawasih V-jalan Gagak dan finish di lapangan seminari. Walau keringat bercucuran namun anak Sekami tetap ceria. Semua peserta duduk di lapangan, menikmati makanan dan minuman yang telah disiapkan. Sambil menikmati makan dan minuman, para pendamping mulai melakukan penarikan undian dengan jumlah undian 170 sesuai usia Sekami sedunia, 170 tahun.

Setelah pembagian hadiah, dilanjutkan dengan kegiatan Dirdios KAMS P. Victor Wiro Patinggi. Pr. Menyapa anak Sekami, orang tua dan seminaris. Pastor Victor mengajak semua yang hadir untuk terus memberi perhatian kepada proses pendampingan anak Sekami di mana saja dengan berbagai macam cara. Urusan Sekami bukan hanya urusan pendamping semata tetapi urusan seluruh umat. “Kita mendampingi anak Sekami sebagai peran serta kita dalam mempersiapkan Gereja masa depan”, demikian ditandaskan oleh P. Victor. Setelah sepatah kata dari Dirdios KAMS, acara dilanjutkan dengan doa penutup. 

Sebelum pulang, setiap anak Sekami yang ikut dalam kegiatan ini diberikan bingkisan kecil berupa alat tulis. Hal ini dimaksudkan agar anak setiap Sekami pulang dengan membawa hadiah kecil, utamanya yang tidak mendapatkan hadiah dari undian 170 buah. 

Dengan demikian semua anak Sekami mendapatkan bingkisan kecil. Semua bingkisan ini disiapkan oleh beberapa umat yang mempunyai perhatian kepada anak Sekami. Tak lupa anak Sekami mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerhati Sekami.*** Penulis: P. Victor Wiro Patinggi

Penyusunan Bahan Pendampingan Anak Sekami Usia Dini

Sebagian peserta berfoto bersama ketiga Dirdios (Dirdios KKI-KAMS, Ambon dan Manado) dan Tan Mariam (di belakang Dirdios KKI-KAMS).
Dalam sebuah diskusi kecil antara Dirdios (Direktur Diosesan)  KKI (Karya Kepausan Indonesia) Keuskupan Agung Makassar, Manado dan Ambon, disadari bahwa di setiap keuskupan, bahan pendampingan Sekami untuk anak usia dini masih sangat kurang atau boleh dikatakan tidak ada panduan umum. Selama ini pendamping menggunakan bahan yang dicari dari berbagai sumber atau sesuai kreatifitas masing-masing.

Ideal dalam pendampingan Sekami adalah anak Sekami dibagi dalam pengelompokan sesuai dengan tingkatan umur terkait sisi psikologi yang akan mempengaruhi penggunaan kalimat, lagu-lagu, permainan, alat peraga dan lain-lain. Untuk sementara dapat dikatakan pengelompokan itu meliputi usia TK ke bawah, SD, 1-3, SD 4-6 dan (SMP Remaja). Beberapa alasan mengapa pembagian kelompok ini belum terlaksana di hampir sebagain besar paroki. Alasan yang muncul adalah tenaga pendamping yang tidak memadai, bahan pendampingan yang terbatas atau tidak ada atau tempat pertemua yang kurang memadai serta berbagai kendala lain.

Untuk menjawab salah satu kesulitan ini adalah kami sebagai rekan se-Regio MAM (Makassar, Ambon, Manado), menjadikan penyusunan bahan pendampingan anak Sekami usia dini sebagai salah satu program yang mendesak. Langkah konkrit segera diambil dengan mengadakan pertemuan di Keuskupan Ambon pada 13-15 Juli 2012. Dalam pertemuan ini selain mendapat pembekalan sebelum menyusun bahan, disepakati bahan bahan pendampingan yang akan disusun berdasarkan bacaan mingguan Tahun Liturgi C. Alasannya adalah pendampingan Sekami dilaksanakan setiap minggu sehingga pendamping membutuhkan bahan panduan rutin juga. Pemilihan bacaan mingguan tahun liturgi C dipilih dengan harapan bahan ini bisa segera dipakai karena begitu mendesak. Setelah pembekalan dalam pertemuan ini di mana para pendamping dituntun oleh Tan Mariam, staf dari Biro Nasional Karya Kepausan Indonesai yang sudah berpengalaman dalam menyususun bahan pendampingan.

Setelah mendapat pembekalan yang memadai setiap keuskupan mendapat tugas menyusun bahan. Tugas ini yang dibawa pulang ke keuskupan masing-masing. Untuk Keuskupan Agung Makassar, pendamping Sekami berkumpul di Baruga Kare pada 3-4 November 2012. Pendamping bersama beberapa guru TK di kota Makassar bekerjasama membagikan pengetahuan dan pengalaman selama mendampingi anak usia dini. Dengan semangat yang sama dalam menyusun bahan ini, akhirnya bahan disusun dan diselesaikan. Tentu masih akan diteliti lagi isi dan kalimatnya oleh beberapa rekan pendamping.

Tiba saatnya untuk mempertemukan bahan ini dengan bahan yang disusun oleh Keuskupan Amboina dan Keuskupan Manado. Pada tanggal 30 November sampai 2 Desember 2012 bertempat di Panti Samadi Malino, 30 orang pendamping dari regio MAM berkumpul untuk mempresentasikan bahan yang telah disusun. Peserta dari keuskupan Makassar sebanyak 22 orang pendamping bersama Dirdios KKI-KAMS P. Victor Wiro Patinggi, Pr. Peserta dari Ambon sebanyak 4 orang bersama Dirdios KKI-Keukupan Amboina P. Isai Pius Titirlolobi, Pr. Sementara dari Keuskupan Manado berjumlah 4 orang bersama Dirdios KKI Keuskupan Manado P. Berty Imbar, Pr. Dalam mengolah lebih lanjut bahan ini, kami didampingi oleh Tan Mariam yang telah mendampingi peserta sejak pertemuan sebelumnya di Ambon.

Pada bagian awal kegiatan  ini, Dirdios KKI KAMS, P. Victor Wiro Patinggi, Pr., menyampaikan kepada semua pendamping untuk pertama-tama memahami dengan baik cara menyusun bahan pendampingan sehingga makin terampil. Hal ini maksudkan karena penyusunan bahan ini tidak berhenti sampai di sini melainkan pertemuan ini adalah awal untuk menyusun bahan pendampingan berikutnya dan bahan untuk pendampingan kelompok umur lainnya.

Setelah berdiskusi bersama, dihasilkan satu modul bahan pendamping anak Sekami usia dini berdasarkan bacaan mingguan Tahun Liturgi C. Direncanakan masih ada tahap finalisasi dan pembacaaan dari pihak yang berwenang untuk memperoleh nihil obstat dan imprimatur. Proses akhir adalah pencetakan. Dengan tahap yang tersisa memang masih dibutuhkan waktu. Mudah-mudahan dalam waktu yang dekat bahan pendampingan ini bisa digunakan. *** Penulis: P. Victor Wiro Patinggi, Pr, Koordinator KKI Regio MAM