Tampilkan postingan dengan label Akper Fatima. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akper Fatima. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juli 2016

VARIA KEGIATAN YAYASAN SENTOSA IBU


Pemberkatan dan Peresmian Kantor YSI serta Launching Buku YSI

Yayasan Sentosa Ibu (YSI) harus dapat menghasilkan “buah” yang     banyak dan tetap berada di dalam pokok anggur yang benar, yakni Yesus Kristus. Demikian pesan sekaligus harapan yang disampaikan oleh Vikjen KAMS, P. Stephanus Tarigan, CICM ketika memberkati dan meresmikan gedung baru yang akan digunakan sebagai kantor pusat Yayasan Sentosa Ibu. Dalam perayaan yang dirangkai dengan beberapa kegiatan, yakni Pemberkatan, peresmian  gedung baru Kantor YSI dan Launching Buku berjudul “Menjadi Garam dan Terang: Pergumulan Yayasan Sentosa Ibu KAMS dari Masa ke Masa” serta Dies Natalis YSI yang ke-62 tahun, dimeriahkan oleh tarian adat dari siswa-siswi SD Katolik St. Aloysius Makassar. Perayaan tersebut dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh P. Stephanus Tarigan, CICM dan didampingi oleh dua konselebran P. Paulus Tongli dan P. Ignatius Sudaryanto, CICM.
P. Stephanus Tarigan, CICM mengapresiasi kiprah YSI dalam berperan aktif membangun Gereja Lokal KAMS, yakni melalui berbagai karya kemanusiaan, khususnya di bidang kesehatan dengan menyelenggarakan Rumah Sakit Fatima Parepare dan Akademi Keperawatan Fatima Parepare. Pastor Stef lebih lanjut memuji terobosan yang diambil YSI     dengan kehadiran gedung baru 3 lantai tersebut, bahwa penggunaan gedung baru YSI tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kepentingan YSI, tetapi juga kepentingan organisasi lain yang bernaung di bawah otoritas KAMS. Dalam hal ini, 2 ruangan di lantai 1 diperuntukan bagi ke WKRI KAMS dan Pemuda Katolik KAMS. Beliau berharap ke depan, karya YSI semakin maju dan berkembang, terutama dalam keikutsertaannya mengembangkan “sayap” karya misioner Gereja Lokal KAMS.
Berdasarkan informasi sejarah, YSI didirikan pada tahun 1954 oleh para suster  kongregasi Biarawati Karya Kesehatan (BKK) atau Medical Mission Sister (MMS). Permulaan    karyanya di Sulawesi, khususnya di KAMS dimulai dengan membuka balai pelayanan kesehatan, Rumah Bersalin Siti Miriam. Pemerintah Indonesia, yang diwakili oleh Departemen Kesehatan RI mengundang secara khusus para misionaris BKK melalui kerja sama diplomatik dengan Pemerintah Belanda yang diwakili oleh Dinas Kesehatan Masyarakat Belanda. Hubungan kerja sama ini dimediasi oleh Mgr. Petrus Joannes Willekens, SJ dan didukung oleh Vikaris Apostolik Makassar pada masa itu, Mgr. Nicolaus Martinus Schneiders, CICM. Rumah Bersalin Siti Miriam ini kemudian berkembang menjadi Rumah Sakit Fatima Parepare, yang secara resmi digunakan pada 31 Juni 1968 dengan status sebagai Rumah Sakit Umum tipe C dan melayani secara intensif wilayah Ajatapareng (Parepare, Barru, Pinrang, Sidrap, dan Enrekang). Seiring dengan semakin berkembangnya Rumah Sakit Fatima Parepare, kebutuhan akan tenaga medis pun semakin tinggi. Menjawab persoalan itu, Sr. Joanna, BKK menginisiasi berdirinya Sekolah Perawat Kesehatan yang terus berubah statusnya, hingga Februari 2001 meningkatkan status menjadi Akademi Keperawatan Fatima Parepare.  Salah satu karya misi BKK yang terkenal  ialah pelayanan kesehatan bagi para penderita kusta di Lauleng.  BKK telah melewati sejumlah proses sejarah panjang kiprahnya di dunia kesehatan, dengan segala tantangannya.
Pada 6 April 1986, BKK secara resmi mempersembahkan Rumah Sakit Fatima kepada Keuskupan Agung Ujung Pandang yang saat ini dikenal sebagai KAMS. Dari sinilah, YSI dipercayakan oleh KAMS untuk menangani Rumah Sakit tersebut yang kemudian terlibat aktif mengelola AKPER Fatima Parepare. Hingga saat ini Rumah Sakit Fatima dan AKPER Fatima terus mengalami kemajuan, baik dari dimensi fasilitas maupun dari sisi kualitas. Bahkan keduanya telah terakreditasi, karena memenuhi standar kualitas dalam skala nasional.
Keseluruhan proses sejarah pergumulan YSI direkam dalam buku yang berjudul “Menjadi Garam dan Terang”, yang menandakan bahwa karya YSI sejak semula dan selamanya akan tetap merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai Injili. Maka, merefleksikan pesan Injil pada perayaan ini, P. Stephanus Tarigan, CICM menegaskan agar YSI selalu harus menyadari “dasar pijaknya” dan selalu berpegang pada prinsipnya yakni pada “Pokok Anggur yang Benar”, yakni Yesus Kristus.  Seluruh hidup dan karya YSI harus merupakan kelanjutan dari karya misi penyelamatan Yesus Kristus.
Dalam kesempatan menyampaikan sambutannya, sekaligus membuka secara resmi launching buku YSI, P. Paulus Tongli selaku Ketua Dewan Pembina YSI mengucapkan    banyak terima kasih atas peran serta seluruh anggota dewan pengurus YSI. Sekretaris uskup KAMS ini berharap YSI terus meningkatkan kerja kerasnya ke depan sebagai salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari KAMS.
Perayaan Syukur Pemberkatan dan peresmian  gedung baru Kantor YSI serta  Launching Buku berjudul “Menjadi Garam dan Terang: Pergumulan Yayasan Sentosa Ibu KAMS dari Masa ke Masa” serta Dies Natalis YSI yang ke-62 tahun, ditutup dengan ramah tamah yang dibuka dengan pemotongan nasi Tumpeng. Seluruh hadirin menyambut gembira  perayaan tersebut, terutama mengapresiasi kiprah YSI sebagai bagian dari KAMS dan berharap lembaga ini terus maju dan didukung oleh semua pihak, khususnya umat Katolik wilayah KAMS. Semoga YSI semakin meluaskan “sayap” karyanya bahkan menyentuh umat manusia di belahan dunia lain.
Antonius Sudirman, SH, M.Hum selaku ketua Yayasan Sentosa Ibu mengungkapkan  rasa hormat dan  terima kasihnya kepada semua pihak atas dukungan dan perhatinnya terhadap YSI. Secara  khusus ucapan terima kasih ditujukan kepada para misionaris suster-suster BKK yang telah merintis karya misi kesehatan dan pendidikan keperawatan di wilayah Gereja lokal KAMS sejak tahun 1947 dan tetap eksis hingga saat ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan  kepada Yang Mulia UskupAgung KAMS, Mgr Dr. John Liku Ada’, dan seluruh perangkat KAMS yang ikut andil dalam karya pelayanan YSI selama ini.

Peluncuran Lembaga Publikasi LPPM Akper Fatima Parepare dan Bedah Buku
Dalam rangka meningkatkan mutu dan kompetensi tenaga SDM, khususnya tenaga dosen, Akademi Keperawatan (AKPER) Fatima Parepare, yang bernaung di bawah Yayasan Sentosa Ibu  Keuskupan Agung Makassar,  menggelar kegiatan ilmiah Launching Lembaga Publikasi LPPM AKPER Fatima Parepare yang ditandai dengan Bedah Buku publikasi perdana yang berjudul “Metodologi Karya Tulis Ilmiah: Asuhan Keperawatan” yang ditulis oleh Ns. Yenny Djeny Randa, S.Kep.,M.Kes dan Antonius Primus, SS. Kegiatan bedah buku yang berlangsung  pada Rabu, 27 Juli 2016 lalu tersebut menghadirkan seorang panelis yang adalah Dosen Poltekkes Kemenkes Prodi Keperawatan Parepare, H. Muhammad Asikin, S.Pd.,S.Sit.,M.Si.,M.Kes. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah praktisi dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah, serta lembaga kesehatan dan LSM sekitar kota Parepare seperti STAIN Parepare, STIAE Amsir, Poltekkes Kemenkes Parepare. Kegiatan ini mengambil tema “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Pengembangan Budaya Ilmiah”.
Kegiatan tersebut, secara istimewa dihadiri oleh Dewan Pengurus Yayasan Sentosa Ibu Makassar serta pimpinan PPNI. Dalam sambutannya, mewakili panitia penyelenggara, Antonius Primus, SS selaku penggagas dan sekaligus pencetus terbentuknya Lembaga Publikasi LPPM AKPER Fatima Parepare mengungkapkan bahwa eksistensi lembaga publikasi AKPER Fatima Parepare dimaksudkan  untuk memfasilitasi  para dosen dalam mengembangkan kompetensi ilmiahnya, khususnya dalam dunia tulis-menulis.  “Budaya ilmiah perlu dikembangkan di setiap perguruan tinggi, terutama melalui diskusi ilmiah dan publikasi ilmiah sebagaimana yang dilaksanakan melalui launching lembaga publikasi dan bedah buku. Kegiatan sejenis ini jarang dilaksanakan, seperti bedah buku. Tidak sedikit dosen ingin menulis buku, namun terkadang bingung dari mana memulainya dan terutama melalui wadah apa mereka mengapresiasi tulisan ilmiahnya. Bahkan ada dosen yang sudah menulis buku, namun tidak berminat bukunya dibedah dengan alasan takut atau kuatir akan kritikan terhadap bukunya,” demikian ungkap Primus, yang adalah Sarjana Filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang tersebut.
Sementara itu, membuka dan meresmikan kegiatan tersebut, Ketua Yayasan Sentosa Ibu, Antonius Sudirman, S.H.,M.Hum mempertegas pentingnya membangun budaya ilmiah di perguruan tinggi. Beliau menyampaikan dukungan dan motivasi bagi para dosen untuk tidak takut memublikasikan karya ilmiahnya, terutama karya penelitian, “Jangan takut dikritik, karena yang cerdas itu sebenarnya masih ada di dalam otak kita,” ujar kandidat doktoral ilmu hukum pada Universitas Hasanuddin Makassar tersebut disambut senyum  para hadirin.  Antonius Sudirman bahkan mendorong agar  karya-karya dosen dipresentasikan dan dibedah secara publik sebagai salah satu kesempatan pertanggungjawaban ilmiah di hadapan publik.  Dosen Universitas Atma Jaya Makassar tersebut sangat mengapresiasi kegiatan ini untuk terus ke depannya selalu dilaksanakan sebagai salah satu bentuk implementasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi. 
 Pada kesempatan bedah buku yang dimoderatori oleh Ns. Henrick Sampeangin, S.Kep.,M.Kes, Ns. Yenny Djeny Randa, S.Kep.,M.Kes memaparkan konsep ASKEP dalam konteks penulisan ilmiah tugas akhir mahasiswa. “Buku ini secara umum memberikan kerangka konsep, sehingga jika terdapat kekurangan, itu adalah hal yang wajar. Namun kami terbuka untuk mengembangkannya pada terbitan berikut,” ungkap Direktur Akper Fatima tersebut yang mengaku sebagai pendatang baru dalam dunia menulis.  Menyikapi buku tersebut, Muhammad Asikin mengapresiasi bahwa buku tersebut cukup baik sebagai panduan bagi mahasiswa. Ia menilai bahwa secara disiplin ilmu,  asuhan keperawatan memiliki metode yang tidak mudah untuk dikonversikan ke dalam konsep penelitian. Namun buku ini dapat dikembangkan menjadi beberapa judul buku baru. Menurutnya, penulis cenderung memasukan unsur-unsur penelitian ke dalam konsep yang dapat dibilang sulit untuk dipertemukan. Hal senada juga diungkapkan oleh Badaruddin, dosen UMPAR yang juga mendapat kesempatan mengritisi buku.  Akademisi yang akrab disapa Badar tersebut mengapresiasi dan memberikan dorongan kepada penulis untuk terus mengembangkan kompetensinya, terutama sebagai dosen dalam mendulang kredit poin menuju sertifikasi pangkat akademik.
Kegiatan yang menggugah antusiasme seluruh peserta tersebut berlangsung seru, terutama dengan adanya partisipasi hampir sebagian peserta untuk memberikan pendapatnya. Suasana ruangan Rapat Dosen, di mana kegiatan tersebut berlangsung berubah menjadi ruang diskusi dan sharing ilmiah yang diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi para dosen dalam mengembangkan kompetensi ilmiahnya. Hal yang tampak  menonjol dalam kegiatan ini ialah terjadinya sinergi antara aneka gagasan dari berbagai akademisi. Inilah yang ingin dibangun dan diupayakan oleh Akper Fatima Parepare dalam mengembangkan budaya ilmiah antara perguruan tinggi. Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah bersama dalam nuansa ilmiah.

OSPEK Akper Fatima Parepare
Memasuki tahun akademik baru, tahun 2016/2017 Akademi Keperawatan (AKPER) Fatima Parepare menyelenggarakan Orientasi Pengenalan Kampus (OSPEK) bagi mahasiswa baru angkatan XVI. Tahun ini AKPER Fatima Parepare mengalami peningkatan jumlah mahasiswa baru, yakni mencapai 88 mahasiswa dan terbagi dalam 2 kelas. Ini menunjukkan bahwa AKPER Fatima Parepare masih menjadi Perguruan Tinggi Favorit bagi masyarakat. Kenyataan tersebut diapresiasi oleh orangtua/wali mahasiswa baru pada hari pertama OSPEK, Senin 5 September 2016. “Saya mendaftarkan anak saya ke AKPER Fatima Parepare, karena di beberapa Puskesmas, tempat saya berkarya selalu dilayani dan disapa dengan sangat baik oleh perawat lulusan AKPER Fatima Parepare. Saya senang dengan karakter perawatnya”, ungkap salah seorang ibu dari mahasiswa baru. Dalam kesempatan yang sama, salah seorang bapak, orangtua/wali mahasiswa baru yang berkedudukan di Kota Parepare menegaskan bahwa      pilihan AKPER Fatima adalah pilhan tepat. “Bapak, Ibu sekalian tidak salah memilih AKPER Fatima Parepare, sebab sampai saat ini hampir di seluruh lembaga kesehatan, puskesmas dan rumah sakit, sebagian besar perawatnya lulusan AKPER Fatima Parepare. Hal yang paling membanggakan di sini ialah kedisiplinan yang sangat tinggi dibandingkan dengan kampus-kampus lainnya”, demikian ungkapnya disambut aplaus seluruh hadirin.
OSPEK mahasiswa baru angkatan 2016/2017 AKPER Fatima Parepare dilaksanakan selama 3 hari. Selain materi yang berkaitan dengan bidang akademik dan kurikulum, materi yang paling menonjol ialah mengenai pembinaan karakter di antaranya seperti: tata tertib dan peraturan berlalu lintas yang diberikan langsung oleh AIPTU Mariano, dari Polres Kota Parepare; Narkoba, AIDS dan Pergaulan bebas yang diberikan langsung oleh Aktifis dan Konselor Narkoba dan AIDS Ns. M. Rizal, S.Kep; Character Building oleh Antonius Primus, SS; Wawasan Kebangsaan dan Budaya Ilmiah oleh Martinus Jimung, S.Fil.,M.Si.,M.Kes; serta bagian kemahasiswaan dan organisasi yang diberikan oleh Ns. Henrick Sampeangin, S.Kep.,M.Kes dan Ns. Pelagia, S.Kep.,M.Kes.  Selain itu, pada hari terakhir OSPEK, dilaksanakan bakti sosial pelayanan kepada lansia. Para Mahasiswa Baru diperkenalkan dan dilatih untuk melayani para Lansia di panti jompo PPSLU Kota Parepare, yang dikelola oleh Dinas Sosial Kota Parepare.
Dalam sambutannya, Ns. Yenny Djeny Randa, S.Kep.,M.Kes selaku Direktur AKPER Fatima Parepare mengungkapkan banyak terima kasih, terutama kepada orangtua/wali yang telah mempercayakan anak-anaknya untuk dididik di AKPER Fatima Parepare. AKPER Fatima Parepare berusaha untuk terus meningkatkan kredibilitasnya sebagai Perguruan Tinggi Kesehatan yang berdaya saing. Beliau menegaskan bahwa OSPEK saat ini lebih menekankan pada kegiatan yang bersifat edukasi, sehingga tidak ada lagi perpeloncoan seperti yang pernah terjadi di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.*** (Penulis: Antonius Primus, Sekretaris Direktur & Kasubag Administrasi Umum Akper Fatima Parepare)

Jumat, 24 Juni 2016

AKPER FATIMA PAREPARE TINGKATKAN MUTU KERJA SAMA LUAR NEGERI

Baru-baru ini, Akademi Keperawatan Fatima Parepare yang bernaung di bawah Yayasan Sentosa Ibu Keuskupan Agung Makassar (KAMS), menerima kunjungan kerja PUM Netherlands Senior Experts, yang diwakili oleh Mrs. Corrie Versluijs, sebuah lembaga International yang menangani pembinaan bagi institusi pelayanan kesehatan di dunia dan berkedudukan di Belanda. Kunjungan kerja ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kinerja dan kerja sama antara AKPER Fatima Parepare dengan PUM Netherlands Senior Experts dalam menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), khususnya dalam mendukung daya saing bangsa. Direktur AKPER Fatima Parepare, Ns. Yenny Djeny Randa, S.Kep.,M.Kes menyambut gembira dengan kehadiran salah satu lembaga internasional bergengsi tersebut. Harapannya, kunjungan tersebut berdampak pada peningkatan kualitas kinerja dan mutu penyelenggaraan pendidikan keperawatan AKPER Fatima Parepare.
Dalam kunjungan yang berlangsung kurang lebih 2 minggu tersebut, Mrs. Corrie Versluijs melaksanakan asesmen terhadap kinerja dan mutu penyelenggaraan pendidikan kesehatan AKPER Fatima Parepare. Hasil asesmen tersebut kemudian melahirkan sejumlah rekomendasi untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan AKPER Fatima parepare. Beberapa poin yang ditekankan dalam pengembangan mutu AKPER Fatima ialah perlunya peningkatan keseimbangan tata kelola pembiayaan (keuangan) penyelenggaraan AKPER Fatima Parepare, peningkatan  mutu  dan  jumlah  (SDM) tenaga pendidik-kependidikan  dan manajemen kurikulum yang mendukung visi dan misi institusi, peningkatan kompetensi ketrampilan laboratorium keperawatan baik bagi dosen maupun mahasiswa, peningkatan kualitas perpustakaan, peningkatan jejaring kerja sama dengan stakeholders, peningkatan status AKPER Fatima Parepare sebagai pusat pelatihan BTCLS bagi tenaga kesehatan. Di samping kegiatannya di AKPER Fatima Parepare, Mrs. Corrie juga melaksanakan     kunjungan ke Rumah Sakit Andi Makkasau Parepare dan Rumah Sakit Fatima Parepare dengan didampingi oleh Direktur AKPER Fatima Parepare dan rombongan. Dalam waktu yang berbeda, Mrs. Corrie juga menyempatkan diri memberikan pelatihan dalam workshop bagi tenaga Clinical Instructor bersama Ns. Yenny Djeny Randa, S.Kep.,M.Kes yang juga berperan sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Di akhir kunjungannya, Mrs. Corrie menyampaikan kesannya bahwa ia sungguh menikmati suasana akademik yang baik di AKPER Fatima Parepare. Ia berharap, ke depan AKPER Fatima Parepare semakin berkembang dan berkualitas menjadi perguruan tinggi kesehatan terbaik di kota Parepare. Mrs. Corrie juga menyampaikan dukungannya jika AKPER Fatima Parepare ingin melanjutkan  kerja sama dengan PUM Netherlands Senior Experts ke jenjang yang lebih intensif melalui MoU, bahkan ia berkenan untuk kembali mengunjungi “kampus hijau” AKPER Fatima Parepare dengan agenda kunjungan yang sama.
Hingga saat ini, AKPER Fatima Parepare terus berkembang dalam mutu dan prestasi di ranah publik. Perkembangan saat ini menunjukkan bahwa AKPER Fatima Parepare masih menjadi Kampus Favorit bagi calon mahasiswa baru. Penerimaan Pendaftaran Calon Mahasiswa Baru AKPER Fatima Parepare  telah  berlangsung  hingga akhir Agustus 2016 mendatang dengan target rata-rata 100 calon mahasiswa baru. Sementara itu, jumlah calon mahasiswa baru yang terdaftar telah mendekati porsi yang  ditargetkan. Perkembangan ini direspon secara positif oleh seluruh jajaran AKPER Fatima Parepare melalui peningkatan mutu di segala unit pengelolaan institusi dengan dukungan Yayasan Sentosa Ibu Makassar, sebagai Badan Hukum Penyelenggara AKPER Fatima Parepare.
Pada kesempatan kunjungannya ke AKPER Fatima Parepare, Ketua Yayasan Sentosa Ibu KAMS, Antonius Sudirman, SH.,M.Hum mengapresiasi kunjungan tim PUM Netherlands Senior Experts tersebut. Menurutnya, kunjungan tersebut mempertegas bahwa AKPER Fatima Parepare memiliki potensi sebagai perguruan tinggi kesehatan yang mampu bersaing di lingkup internasional yang dibuktikan dengan perhatian lembaga internasional terhadap AKPER Fatima Parepare. Antonius Sudirman menegaskan bahwa YSI  berharap dan berkomitmen untuk menjadikan AKPER Fatima sebagai “mercusuar” pendidikan kesehatan di Sulawesi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program kerja dan perencanaan strategis yang dilakukan oleh Yayasan dalam mendorong pengembangan mutu penyelenggaraan pendidikan kesehatan AKPER Fatima Parepare.  *** (Penulis: Antonius Primus)

Rabu, 02 Maret 2016

DIES NATALIS KE-15 DAN PERESMIAN GEDUNG BARU AKADEMI KEPERAWATAN FATIMA PAREPARE

Perayaan dies natalis bagi sebuah perguruan tinggi merupakan momen yang paling dinantikan oleh civitas akademika. Demikian halnya dengan Perayaan Dies Natalis Akademi Keperawatan (Akper) Fatima Parepare, namun  awal  tahun  2016  ini merupakan momen yang sangat menggembirakan bagi kemajuan dan perkembangan Akper Fatima Parepare. Dies Natalis ke-15 Akper Fatima Parepare tahun 2016 ini dirangkaikan dengan peresmian gedung baru (Gedung II) Akper Fatima Parepare yang merupakan bagian dari pengembangan mutu penyelenggaraan pendidikan kesehatan Akper Fatima Parepare menuju perguruan tinggi terbaik dan unggul dalam kompetensi keahlian bidang kegawatdaruratan.

 Dengan mengusung tema umum  “Menuju Perguruan Tinggi Kesehatan Yang Unggul Dalam Bidang Keahlian Keperawatan Kegawatdaruratan”, pada Sabtu 20 Februari lalu Akper  Fatima Parepare menyelenggarakan puncak perayaan Dies Natalis ke-15 dan peresmian Gedung II Akper   Fatima Parepare. Perayaan tersebut dibuka dengan Misa Kudus (Ekaristi) dengan tema “Syukur Bagi-Mu Tuhan, Terima Kasih Bagi Sesama, Mari Berkarya.” Misa Kudus (Ekaristi) dipimpin oleh Yang Mulia Uskup Agung Keuskupan Agung Makassar (KAMS), Mgr. Dr. John Liku Ada’ yang bertindak sebagai Selebran Utama, didampingi oleh Pastor Paulus Tongli, Pr, Pastor Anton Sarunggaga, Pr, Pastor Ignatius Sudaryanto, CICM dan Pastor Frans Nipa, Pr.  Dalam khotbahnya, Bapa Uskup Agung KAMS menegaskan pentingnya bersyukur kepada Allah, sebab seluruh proses penyelenggaraan pendidikan Akper Fatima tidak dapat dilepaskan dari peran Allah, dan peran itu justru terwujud dalam usaha manusia bekerja sama sebagai mitra Allah. Bapa Uskup menghimbau dan berharap agar Akper Fatima menjadi pionir dalam memproduksi tenaga kesehatan yang berkualitas bagi kesejahteraan masyarakat. Bapa Uskup sangat mengapresiasi kinerja Yayasan Sentosa Ibu (YSI) KAMS dan civitas akademika Akper Fatima Parepare, yang telah banyak berperan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.  Perayaan Ekaristi Kudus dimeriahkan oleh suara merdu Paduan Suara ekumenis Akper  Fatima Parepare.

Usai Perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan upacara penyambutan Walikota Parepare, Dr. H.M. Taufan Pawe, SH.,MH beserta jajaran Muspida Kota Parepare. Upacara penyambutan   diiringi dengan tarian Pagelu’ Mahasiswa Akper Fatima Parepare. Acara tersebut dirangkai    dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Walikota dan isteri, dengan didampingi Bapa Uskup Agung KAMS serta  Dewan  Pengurus  Yayasan  Sentosa Ibu. Suasana meriah tampak menghiasi halaman Akper Fatima.

Dalam sambutan yang disampaikan secara khusus, Walikota Parepare mengungkapkan kekagumannya terhadap para hadirin, terutama dengan hadirnya sejumlah pimpinan daerah Kota Parepare, seperti Ketua DPRD Kota Parepare John Pananangan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare, Kepala Kecamatan Ujung, Kepala Kecamatan Soreang, Dandim, Danrem Kota Parepare, sejumlah perwakilan dari berbagai institusi  pendidikan dan kesehatan serta tokoh  masyarakat. Kehadiran sejumlah besar tokoh penting tersebut tentu mempertegas dukungan dan sinergitas seluruh elemen bagi kemajuan dan prestasi gemilang Akper Fatima Parepare selama 15 tahun. Dr. Taufan Pawe, S.H.,M.H. memuji peran besar YSI KAMS sebagai “motor penggerak” berkembangnya Akper Fatima Parepare yang dilengkapi dengan Rumah Sakit Fatima Parepare. 

Sementara itu, dalam sambutannya, Yang Mulia  Uskup Agung KAMS, Mgr. Dr. John Liku Ada',Pr  mengapresiasi fungsi penting kehadiran  Akper Fatima Parepare dalam membentuk pribadi perawat yang berbudi luhur, tidak hanya cerdas, yang harus terus dikembangkan, terutama dengan adanya penambahan prasarana dan sarana gedung  dan fasilitas yang baru. Menurut Bapa Uskup, sarana dan prasarana bukanlah tujuan, tetapi pembentukan kepribadian manusia yang berbudi luhur, itulah  yang  utama. 

Ketua YSI KAMS, Antonius Sudirman, S.H.,M.H., dalam sambutannya menegaskan, pembangunan gedung baru ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan akan ketersediaan ruangan untuk kegiatan dan sarana penunjang proses belajar mengajar di Akper Fatima Parepare antara lain ruang kuliah, laboratorium, klinik kegawatdaruratan, aula, asrama puteri, ruang struktural, ruang rapat, ruang dosen  dan   ruang administrasi. Selain itu, gedung baru ini dibangun untuk mengantisipasi rencana    pengembangan Akper untuk meningkatkan statusnya  menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) yang memungkinkan  dapat  membuka program studi lain di bidang kesehatan selain keperawatan.

Lebih lanjut Antonius Sudirman menegaskan, semoga keberadaan  gedung baru ini dapat menjadi kado istimewa bagi segenap sivitas akademika,  karyawan Akper Fatima Parepare  dan segenap stakeholder pada  peringataan Dies Natalis Akper yang ke-15. Dan sudi kiranya kado istimewa tersebut  dapat  memberikan motivasi yang tinggi kepada Direktur dan staf, segenap sivitas akademika dan karyawan Akper Fatima Parepare untuk meningkatkan kualitas pendidikan keperawatan khususnya pendidikan kegawatdaruratan sebagai unggulan Akper Fatima Parepare di masa mendatang, dan terus berupaya membuka program studi  baru  yang seuai dengan perkembangan dan kebutuhan mayarakat.

Melengkapi perayaan yang spektakuler ini, juga dilaksanakan pemberian penghargaan bagi dua dosen Akper Fatima Parepare yang telah 25 tahun mengabdi, yakni Ns. Yenny Djeny Randa, S.Kep.,M.Kes yang saat ini selaku Direktur Akper  Fatima Parepare  dan  Ns. Henrick Sampeangin, S.Kep.,M.Kes  yang  saat  ini sedang  menempuh pendidikan program doktoral bidang kesehatan pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas  Hasanuddin Makassar.  Puncak perayaan  Dies Natalis ke-15  dan Peresmian Gedung II AKPER Fatima Parepare  ialah  dengan ditandatanganinya prasasti peresmian gedung oleh Bapa Uskup Agung KAMS dan Walikota Parepare, yang didampingi oleh Ketua YSI KAMS. 

Akper Fatima Parepare adalah Institusi Pendidikan keperawatan swasta, awal berdirinya dirintis oleh para suster Kongregasi Biarawati Karya Kesehatan (BKK) dan saat ini berada di bawah naungan Yayasan Sentosa Ibu Keuskupan Agung Makassar (KAMS), Sulawesi Selatan, yang  konteks berdirinya semula dimaksudkan  untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kesehatan Rumah Sakit Fatima Parepare.  Sejarah mencatat bahwa Akper Fatima Parepare  adalah  konversi dari Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) yang didirikan pada tahun 1984 – 2000 dan Konversi menjadi Akper pada tanggal 20 Februari 2001 berdasarkan SK Menteri Kesehatan Republik Indonesia N0.HK.00.061.1.0397  tentang Penyelenggaraan Pendidikan Program D III Keperawatan dan Ijin Pengalihan Pembinaan dari Depertemen Kesehatan ke Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 96/D/O/2006  tanggal 16 Juni 2006.

Hasil survei terhadap lulusan Akper Fatima Parepare menemukan bahwa lulusan Akper Fatima Parepare memiliki ciri khas keahlian dalam melaksanakan tindakan asuhan keperawatan, terutama tindakan penanganan kegawatdaruratan. Kenyataan tersebut didukung oleh fasilitas pembekalan kompetensi kegawatdaruratan (Basic Trauma Cardiac Life Support/BTCLS) serta suasana akademik yang tercipta dalam seluruh proses pendidikan.  Bravo Akper   Fatima Parepare, proficiat atas Dies Natalis ke-15 dan Tuhan memberkati! *** Penulis: Antonius Primus

Selasa, 05 Januari 2016

PELANTIKAN DIREKSI RUMAH SAKIT DAN AKPER FATIMA PAREPARE

Pada 9 November 2015, di  aula Rumah Sakit Fatima Parepare diselenggarakan pelantikan Direksi Rumah Sakit Fatima dan Akademi Keperawatan Fatima Parepare periode 2015-2019 oleh Ketua Yayasan Sentosa Ibu Keuskupan Agung Makassar (YSI KAMS), Antonius Sudirman, S.H.,M.Hum. Acara pelantikan berlangsung dengan hikmat dalam suatu perayaan misa kudus yang dipimpin oleh P. Paulus Tongli Pr  selaku selebran utama dan dibantu oleh tiga selebran lainnya, P. Frans Nipa Pr, P. Ignatius Sudaryanto CICM, dan P. Dominikus Natan Sande Pr.
Setelah acara pelantikan dilanjutkan  dengan acara peletakan batu pertama    pembangunan gedung baru Rumah Sakit Fatima Parepare yang berjumlah tiga unit dan  masing-masing unit terdiri atas tiga lantai. Rencananya pembangunan ketiga  gedung baru tersebut  akan dilaksanakan secara bertahap dalam kurun waktu 3-4 tahun.
Dalam renungannya Pastor Paulus Tongli yang juga selaku Ketua Pembina YSI KAMS, mengungkapkan bahwa, “… hari ini merupakan hari yang istimewa bagi kita karena pada hari ini akan diadakan pelantikan direksi baru  Rumah Sakit dan Akper masa bakti 2015-2019, dan  peletakan batu pertama         pembangunan gedung baru Rumah Sakit Fatima. Semoga direksi yang baru dapat menjadi  pemimpin yang baik, rendah hati, bijaksana dan yang patut diteladani, serta mampu mengarahkan orang-orang yang dipimpinnya kepada hal-hal yang  baik dan yang membahagiakan. Bagaikan seorang gembala yang baik yakni mengenal dan mencintai domba-dombanya, dengan setia  menggembalakan/mengantarkan domba-dombanya ke tempat yang baik, yakni  ke padang yang subur nan hijau serta mampu membawa mereka pulang kembali ke kandangnya dengan baik.  Demikianlah harapan kita akan para direktur yang dilantik hari ini, semoga mereka memimpin dengan pola gembala yang baik, mengenal dan mencintai serta dicintai oleh domba-dombanya. Relasi yang muncul di dalam  pola kepemimpinan yang demikian adalah relasi kerekanan, kedekatan dan saling memahami. Maka relasi yang baik, keterbukaan dan kerelaan untuk saling membantu dalam mewujudkan tanggung jawab hendaknya mewarnai kebersamaan.”
Sementara itu, Antonius Sudirman, dalam sambutannya mengutarakan bahwa di mata  Pengurus YSI yang direstui oleh Dewan Pembina YSI, segenap Direksi yang  baru adalah orang-orang terbaik yang ada di Rumah Sakit dan Akper Fatima Parepare pada saat ini;  mereka dipandang cakap dan mampu memimpin lembaganya masing-masing selama empat tahun yang akan datang. Semoga kepercayaan yang besar dari segenap pengurus YSI dapat dijaga  dengan baik dan dilaksanakan  dengan penuh rasa tanggung jawab oleh segenap direksi yang baru demi kemajuan lembaga, Rumah Sakit dan Akper Fatima Parepare, yang merupakan perpanjangan tangan Gereja dalam karya pastoral di bidang kesehatan dan pendidikan.
Kemudian  Sudirman  mengingatkan bahwa di masa yang akan datang cukup banyak agenda besar yang akan kita kerjakan bersama  di Rumah Sakit dan  Akper Fatima Parepare, baik berupa pembangunan fisik maupun nonfisik. Untuk itu kepada segenap direksi yang baru dituntut untuk meningkatkan kinerjanya masing-masing, bekerja dengan jujur, tulus dan  iklas, tekun  dan disiplin, serta  mampu berkoordinasi dan menjalin  kerjasama yang  baik antar satu dengan yang lainnya.
Lebih lanjut, Sudirman mengajak segenap stakeholder khususnya ketiga organ YSI (pengurus, pembina dan pengawas) dan karyawan di Rumah Sakit dan Akper, sesuai dengan perannya masing-masing, agar dapat memberikan dukungan penuh kepada segenap direksi yang baru sehingga mereka sukses dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.
Ibarat suatu permainan sepak bola, terdapat dua tim Sepak Bola, yakni Tim Sepak Bola Rumah Sakit Fatima dan  Tim Sepak Bola Akper Fatima. Direksi adalah pemain inti di Rumah Sakit dan Akper, dan ketiga organ YSI, segenap karyawan dan stakeholder lainnya (masyarakat dan Gereja) dapat berperan sebagai pemain cadangan, pelatih ataupun sebagai suporter. Suksesnya Tim Sepak Bola Rumah Sakit dan Akper Fatima bukan hanya digantungkan pada pemain intinya yang hebat tetapi karena adanya  kerja sama yang baik dari seluruh komponen yang ada,  baik sebagai pemain inti maupun sebagai  pemain cadangan, pelatih  dan suporter. 
Pada akhir sambutannya, Sudirman tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya segenap direksi yang lama yang telah menjalankan tugasnya dengan baik  dan proficiat kepada segenap direksi yang baru. "Majulah dan jayalah selalu Rumah Sakit dan Akper Fatima untuk masyarakat Parepare, Ajatapareng, Sulawesi Selatan, Indonesia dan bahkan Dunia".
Direktur Rumah Sakit Fatima Parepare, drg Merli Gosal, M.Kes menyampaikan sambutan dan mengucapkan terima kasih kepada Yayasan atas pengangkatannya kembali sebagai pimpinan Rumah Sakit Fatima selama empat tahun ke depan. Tak lupa pula mengucapkan terima kasih kepada segenap direksi dan      karyawan atas segala dukungan dan kerjasama yang baik  yang telah dinyatakan  selama ini. Semoga semua pihak dapat selalu saling bahu membahu dalam menyukseskan berbagai program Rumah Sakit, khususnya agar pelayanan kepada pasien yang dilandasi kasih perlu semakin ditingkatkan. 
Sementara Djeni Yenny Randa, S.Kep, Ns., M.Kes, mengatakan dalam sambutannya bahwa segala keberhasilan yang telah dicapai Akper pada masa yang lalu adalah berkat kerja sama dari semua pihak, dukungan dari Yayasan, Pimpinan Rumah Sakit Fatima,   segenap dosen dan karyawan Akper. Sangat diharapkan agar ke depan dukungan tersebut semakin dirasakan dan dinyatakan pada periode kedua masa jabatannya sebagai Direktur Akper.  (Penulis: Antonius Sudirman) ***

Rabu, 09 September 2015

AKPER FATIMA PAREPARE MELAKSANAKAN WISUDA

Direktis Akper, Yenny  Djenny Randa, S.Kep.,Ns.,M.Kes. (pertama dari kiri), disaksikan oleh Walikota Parepare, Dr. H.M.Taufan Pawe, SH,MH (kedua dari kiri) sedang memberikan ucapan selamat kepada wisudawan yang terbaik, Asnita Hasan, AMD.Kep.

Pada 22 Agustus 2015, Akper Fatima Parepare yang berada di bawah naungan  Yayasan Sentosa Ibu Keuskupan Agung Makassar (YSI KAMS) melaksanakan Wisuda 101 orang Ahli Madya Keperawatan  Angkatan XII 2015, di Restauran Dinasty Parepare.  Acara yang dihadiri Walikota Parepare, Dr. H.M.Taufan Pawe, S.H.,M.H. dan  Ketua DPRD Kota Parepare, John Panannangan,S.E. dibuka oleh Direktris Akper, Yenny Djenny Randa,S.Kep., Ns,M.Kes. 

Walikota Parepare, H. M.Taufan Pawe, dalam sambutannya mengatakan, wisuda hari ini merupakan salah satu acara wisuda terbaik yang pernah diikutinya. Selanjutnya Taufan Pawe memberikan apresiasi atas berbagai upaya yang dilakukan YSI KAMS  terutama apa yang dikemukakan  Ketua YSI tentang peralihan  status Akper menjadi STIKES. Selaku Pemerintah Daerah, beliau menegaskan, "saya  dan tentu Ketua DPR yang juga hadir dalam acara wisuda ini dengan senang hati memberikan rekomendasi untuk peralihan status Akper menjadi STIKES".

Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, yang diwakili Kepala Bagian Kepegawaian, Drs. Andi Lukman, MSi.  menegaskan, Akper Fatima termasuk salah satu  PTS dalam lingkup Kopertis Wilayah IX yang kinerjanya bagus yakni, Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) tergolong  baik sehingga terpilih dalam pengusulan hibah sarana dan prasarana.

Ketua YSI KAMS, Antonius Sudirman, S.H.,M.Hum, dalam sambutannya menegaskan, Yayasan telah melakukan berbagai hal untuk memajukan Akper Fatima, yakni: penyediaan tenaga SDM sesuai  kebutuhan, peningkatan kualitas SDM melalui penataran dan  program studi lanjut (S1, S2, S3), penyediaan sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung, dan upaya peralihan status Akper menjadi STIKES.   

Lebih lanjut, Sudirman menyampaikan pesan kepada wisudawan agar nilai "cinta kasih" yang diperoleh di Akper dapat diterapkan dalam karya pelayanan sebagai perawat. “Kiranya kalian dapat menjadi perawat yang melayani pasien dengan kebijaksanaan hati (sapientia cordis), meminjam ucapan Sri Paus Fransiskus pada hari Kesehatan sedunia, 2015. Yakni, kalian menjadi  lebih peduli kepada pasien dan melayani mereka tanpa mengenal perbedaan suku, agama, ras & latar belakang ekonomi.” 

Direktris Akper, Yenny Djenny Randa, S.Kep.,Ns.,M.Kes. dalam laporannya menegaskan, jumlah wisudawan Akper angkatan XII 2015 sebanyak 101 orang,  lama studi rata-rata 3 tahun,  IPK tertinggi 3,63, IPK terendah 2,93, dan IPK rata-rata lulusan 3,23. Hingga saat ini jumlah alumni Akper sebanyak 1184 orang yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.  

Lebih lanjut Djenny Randa  melaporkan hal-hal yang telah  dicapai Akper Fatima yakni: (1) Proses perkuliahan berjalan dengan normal, masa studi rata-rata 3 tahun; (2) Output lulusan mudah terserap di lapangan kerja, masa tunggu lulusan rata-rata 3 bulan; (3) Telah menerbitkan jurnal ilmiah sendiri, "Lentera   Acitya" (Desember 2014); (4) Akper termasuk  PTS  dengan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) yang tergolong baik.*** (Penulis: Antonius Sudirman)

Sabtu, 18 April 2015

MELAYANI DENGAN KASIH

Pada 29 Oktober 2014, Akper Fatima Parepare, yang bernaung di bawah Yayasan Sentosa Ibu (YSI) Keuskupan Agung Makassar (KAMS), menyelenggarakan Wisuda  Program D3 Keperawatan Angkatan XI, dengan jumlah wisudawan/wati 83 orang. Pada kesempatan  yang berbahagia itu penulis berkenan menyampaikan sambutan sebagai Ketua YSI KAMS; dan pokok-pokok pikiran dalam sambutan tersebut akan  diuraikan dalam artikel ini. 
Bagi YSI KAMS acara wisuda  merupakan peristiwa  bersejarah  yang mengandung makna yang dalam. Hal itu berarti YSI KAMS melalui unit karya Akper Fatima Parepare,  berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945 yakni, mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya dalam menyiapkan tenaga-tenaga profesional di bidang profesi keperawatan.
Berdasarkan data yang ada, sejak peralihan status dari Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) menjadi Akper (2001), Akper Fatima Parepare telah berhasil menelorkan 1031 alumni. Sebagian besar alumni tersebut telah bekerja sebagai perawat profesional, baik di instansi pemerintah maupun swasta, yang tersebar di berbagai pelosok tanah air dan luar negeri.

DUKUNGAN STAKEHOLDERS
Kesuksesan tersebut dicapai berkat dukungan segenap pemangku kepentingan (stakeholders), baik lingkungan internal  (sivitas akademika dan karyawan/wati Akper beserta Yayasan) maupun  lingkungan eksternal (pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan alumni). Untuk itu, atas nama YSI KAMS penulis memberikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi positif demi kemajuan Akper Fatima Parepare. 
Pertama, Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi atas dukungan yang telah diberikan kepada Akper. Berbagai bentuk dukungan yang telah diberikan Koordinator Kopertis antara lain,  bantuan beasiswa bagi dosen yang melanjutkan studi ke jenjang S2/S3, penyelenggaraan  pelatihan/penataran (upgrading) untuk pemberdayaan (empowering) dosen dan tenaga kependidikan, bantuan beasiswa dan bantuan kewirausahaan bagi mahasiswa berprestasi. Kesemua itu sangat besar manfaatnya bagi Akper Fatima Parepare dalam rangka pengelolaan institusi yang semakin efektif,  efisien dan bermutu.
Kedua, Wali Kota Parepare dan segenap instansi terkait.  Tidak dapat dipungkiri bahwa suasana kota Parepare yang bersih, aman dan tertib sangat mendukung terselenggaranya proses pendidikan yang semakin kondusif di dalam kampus Akper Fatima Parepare.
Ketiga, orang tua mahasiswa dan tentu termasuk orang tua wisudawan/wati atas kesediaanya menyekolahkan anak-anaknya di Akper Fatima Parepare. Keberadaan putra-putrinya di Akper sangat besar artinya  terutama dalam rangka kesinambungan penyelenggaraan pendidikan.  
Keempat, Direktris dan staf Rumah Sakit Fatima Parepare (yang juga adalah unit karya YSI KAMS) atas dukungannya selama ini yakni, mahasiswa Akper diberikan kesempatan melakukan praktik klinik dan praktik manajemen keperawatan di RS  Fatima Parepare. 
Kelima, Direktris dan staf beserta sivitas akademika dan karyawan Akper Fatima Parepare atas pengabdian yang tulus dan komitmen yang kuat pada tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Terselenggaranya wisuda D3 Keperawatan Angkatan XI 2014 tentu merupakan  buah pengabdian  dan kerja keras mereka. 
Keenam, “Last but not least, segenap organ YSI  KAMS (pembina, pengurus dan pengawas). Penulis patut memberikan penghargaan kepada segenap organ YSI KAMS yang telah mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya dalam rangka memajukan Akper Fatima Parepare. Saat  ini YSI KAMS sedang membangun gedung baru berlantai tiga untuk keperluan 6 unit ruangan kuliah dan beberapa ruangan administrsi. Rencananya gedung tersebut akan rampung pada bulan Juni 2015 dan dapat digunakan pada awal tahun ajaran 2015/2016.
Selain itu, YSI KAMS  mendukung sepenuhnya program kerja Akper, khususnya peralihan status menjadi Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES). Peralihan status Akper menjadi STIKES merupakan hal yang sangat urgen untuk diwujudkan sebagai respon atas permintaan pasar tentang pendidikan S1 keperawatan. Apabila tidak ada halangan, peralihan status tersebut dapat direalilasikan pada awal tahun ajaran 2015/2016. Sementara rencana ke depan, YSI KAMS akan membangun asrama mahasiswa yang berlokasi di dekat Kampus Akper. Sarana tersebut diadakan untuk  membantu  mahasiswa/i  berasal dari luar Kota Parepare yang mengalami kesulitan mendapatkan tempat kost ideal dan terjangkau di sekitar kampus. 

MELAYANI DENGAN KASIH
Pada momentum yang berbahagia itu, penulis menitip pesan  kepada  segenap alumni Akper Fatima Parepare termasuk wisudawan/wati angkatan XI 2014. Segenap alumni adalah “duta alma mater” yang diutus  ke tengah masyarakat untuk menekuni  profesi keperawatan. Sebagai “duta alma mater”, hendaknya   menjadi “duta yang baik”. Sebagai  “duta yang baik”, tentunya tidak cukup jika alumni  hanya memiliki kualitas  keilmuan di bidang keperawatan dan  terampil dalam memberikan pelayanan medis, tetapi juga dituntut untuk berkepribadian yang baik, jujur, bermoral, bertanggung-jawab,  peduli dan memiliki kasih kepada orang lain, terutama pasien.
Namun, yang paling utama dari semuanya adalah melayani dengan kasih. Orang yang memiliki kasih pasti orangnya baik (tidak menjahati/merugikan pasien); yang memiliki kasih pasti orangnya jujur (tidak “neko-neko”); yang memiliki kasih pasti orangnya bermoral/berintegritas (tahu membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah); yang memiliki kasih pasti orangnya bertanggung-jawab dalam tugas (tidak lalai dalam menjalankan tugas yang diberikan kepadanya); yang memiliki kasih pasti bermurah hati, peduli atau care kepada pasiennya, tanpa diskriminasi berdasarkan latar belakang ekonomi, suku, agama, ras, golongan.
Penulis meyakini bahwa nilai-nilai positif tersebut, yang terangkum dalam satu kata, “kasih”, telah didapatkan dan diterapkan alumni selama mengikuti pendidikan di Akper karena nilai tersebut;  baik hal itu terjadi dalam ruang kuliah maupun di luar ruang kuliah (termasuk di tempat praktik medik) ketika berinteraksi dengan dosen, karyawan, teman kuliah dan masyarakat (pasien). Itulah sebabnya, masa tunggu lulusan sejak diwisuda sampai dengan mendapatkan pekerjaan relatif singkat yakni, rata-rata 1 bulan (hasil pelacakan alumni, 2014).
Sangat diharapkan agar nilai positif tersebut dapat ditularkan kepada orang lain lewat karya pelayanan alumni  sebagai perawat profesional. Dengan demikian maka alumni, di satu sisi telah memainkan  peran sebagai duta alma mater yang baik dan di sisi lainnya karya pelayanan alumni mendapat apresiasi  masyarakat terutama pasien dan atau keluarganya.

BUAH KASIH
Ada suatu pengalaman nyata yang perlu penulis  sharing-kan.  Pada tanggal 25 Oktober 2014 penulis meninjau Rumah Sakit Fatima Parepare dan meng-interview beberapa orang keluarga pasien. Penulis mengajukan pertanyaan kepada mereka tentang tempat asalnya masing-masing. Jawabannya,  ada yang berasal dari luar kota Parepare yakni, Sidrap, Enrekang, Soppeng dan Pinrang. Lebih lanjut penulis bertanya, apakah alasannya memilih “opname”  di RS Fatima Parepare? Jawabannya, karena pelayanannya baik. Apresiasi yang positif dari masyarakat kepada Rumah Sakit Fatima Parepare merupakan buah pelayanan yang dilandasi kasih.
Sebagai penutup, penulis ucapkan “proficiat” kepada Direktris dan segenap sivitas akademika dan karyawan/wati Akper Fatima Parepare atas keberhasilan yang diperoleh, khususnya atas  terselenggaranya wisuda D3 Keperawatan Angkatan XI. Juga ucapan selamat disampaikan kepada segenap orang tua wisudawan/wati atas keberhasilan putra/putrinya menempuh pendidikan D3 Keperawatan. Secara spesial penulis ucapkan selamat kepada wisudawan/wati atas kesuksesannya  menghadapi berbagai tantangan sehingga dapat diwisuda pada jenjang D3 Keperawatan; semoga ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diaplikasikan dengan baik dalam tugas masing-masing demi kesejahteraan bagi sesama dan demi kemuliaan Tuhan.  Akhirnya, “Jayalah selalu Akper Fatima Parepare, majulah terus tingkatkan prestasi”. *** Penulis: Antonius Sudirman, Ketua YSI KAMS/Dosen FH Univ. Atma Jaya Makassar