Sabtu, 18 April 2015

ANIMASI APP 2015 DI KEVIKEPAN SULBAR

Animasi APP 2015, Tobadak
Masa Prapaskah tahun ini (2015) jatuh pada bulan kedua yang diawali dengan hari Rabu Abu, 18 Februari. Memasuki lingkaran masa Prapaskah, Gereja Katolik melaksanakan pantang dan puasa selama 40 hari. Selain itu, Gereja Katolik juga mengadakan gerakan tobat bersama yang dibantu dengan merenungkan Sabda Tuhan  secara intensif selama masa ini.
              Sebelum memasuki masa Prapaskah, komisi APP KAMS mengadakan animasi dari kevikepan ke kevikepan. Di kevikepan Sulawesi Barat, animasi diadakan dua gelombang. Gelombang pertama tanggal 1-2 Februari yang diikuti tiga paroki: Paroki St. Maria Mamuju, Paroki St. Yusuf Pekerja Baras dan Paroki St. Mikael Tobadak-sebagai tempat pertemuan. Peserta yang hadir pada gelombang pertama sekitar 80-an orang.
Animasi kedua, tanggal 3-4 Februari juga diikuti oleh tiga paroki: Paroki St. Yosep Polewali, Paroki St. Petrus Mamasa, dan Paroki St. Fransiskus Xaverius Messawa-sebagai tuan rumah. Peserta yang hadir pada animasi kedua sekitar 100-an orang.  Animasi APP yang rutin dilakukan setiap tahun ini langsung dimotori oleh RD. Fredy Rantetaruk, ketua Komisi PSE-Caritas KAMS.
Baik animasi pertama maupun kedua di Kevikepan Sulbar dibuka oleh Koordinator PSE-Caritas Kevikepan Sulbar, RD. Semuel Sirampun. Di awal acara, RD. Semuel mengatakan bahwa semua materi yang telah dipersiapkan oleh tim PSE KAMS mengantar kita pada gerakan tobat yang sesungguhnya. Dengan demikian kepedulian terhadap sesama semakin bermakna lewat tindakan nyata di paroki masing-masing nantinya.
Mengawali materinya, RD. Fredy menjelaskan dengan singkat animasi-animasi yang telah dibuat di Kevikepan Toraja dan Kevikepan Sultra. Ia mengajukan dua pertanyaan kepada peserta: “Apa yang terlintas di pikiran Anda mendengar APP?” “Bagaimana APP dilaksanakan tahun 2014?” Peserta satu per satu memberi komentar-jawaban untuk setiap pertanyaan. Menegaskan jawaban peserta, RD. Fredy menjelaskan lebih jauh lagi apa itu APP. Dikatakan bahwa gerakan APP sudah 44 tahun di Indonesia sejak disahkan sebagai gerakan tobat bersama oleh sidang MAWI (sekarang KWI) tahun 1971. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk merefleksikan diri, membangun solidaritas dan komitmen ber-APP. Momentum seperti ini tidak hanya di Gereja Katolik tetapi juga ada di agama-agama lain. Inti dari gerakan tobat adalah kesadaran akan diri sebagai mahluk Tuhan dan dipersembahkan kembali kepada Tuhan.
APP sejatinya berpuncak pada perayaan Paskah dan merupakan gerakan tobat umat yang terungkap dalam membangun kebersamaan dengan saling percaya. APP juga adalah bagian penting gerakan Gereja Katolik Indonesia yang membangun keberdayaan umat bersama masyarakat sepanjang tahun.  Maka itu, APP perlu disiapkan dan didukung oleh seluruh komisi dan lembaga gerejani dalam keuskupan dan seluruh umat sehingga menjadi gerakan bersama.
Gerakan tobat pada APP adalah berbalik kepada Tuhan dengan perubahan hati sehingga orientasi hidup terarah pada Kristus lewat solidaritas dan kepedulian kepada sesama terlebih kepada yang berkekurangan, lemah, miskin, dan terpinggirkan. Tobat menjadi jawaban manusia terhadap kebaikan dan kerahiman Allah. Maka itu pertobatan sejati harus dimulai dari diri sendiri. Pertobatan berasal dari sikap bebas untuk memilih, mengasihi, dan mencintai Allah. Tetapi tobat juga tidak bisa dipaksakan karena ia merupakan sikap bebas dari dalam diri setiap orang.
Dalam Kitab Yoel 2: 13 dikatakan, “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. Sementara itu dalam Kitab Yesaya 58:6-8 dikatakan  “Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.” Teks ini menjelaskan bagaimana sikap tobat itu.
  Dosa berkembang karena surutnya relasi pribadi dengan Allah yang telah mencintai sehingga muncullah iri hati, cemburu, egois, serakah, materialistik, dll. Pertobatan sejati terletak pada kasih sejati kepada Allah dari dalam diri secara utuh. Tujuan dari ber-APP adalah pertobatan hati yang terdalam dari setiap orang, inilah yang disebut dengan oleh hati (rohani), aksi solidaritas untuk membantu dan meringankan sesama, dikenal dengan olah harta, membangun Kerajaan Allah dengan melakukan perubahan sosial dalam kebersamaan sebagai persekutuan umat Allah.
Namun sejatinya, tujuan ber-APP dikerjakan oleh umat sepanjang tahun, hanya intensif pada masa prapaskah. Maka wujud dari APP adalah doa, puasa, sedekah, dan aksi. Wujud dari sedekah melalui dana APP sebagai hasil dari oleh hati, olah rohani dan olah harta. Dana APP berasal dari penghematan yang didasari oleh perubahan hati untuk peduli kepada sesama terutama mereka yang miskin, lemah, dan terpinggirkan.
Pada sesi berikutnya, Katekis Petrus Matutu menjelaskan mengenai materi-materi untuk pertemuan umum. Ada lima tema yang dibahas yakni menghargai dan menghormati tubuh sebagai anugerah Allah, menjaga keseimbangan hidup jasmani dan rohani, perilaku benar, jujur, dan berbagi dengan sesama, perilaku ramah, tekun, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup dan mempersembahkan diri secara utuh kepada Tuhan. Pada salah satu sesi juga diadakan simulasi bagaimana memimpin sebuah pertemuan. Semua pertemuan menggunakan pola sering injil 7 langkah. Animator dari Toraja, Kak Martin dan Kak Ibrahim juga hadir mendampingi kelompok Sekami. Selian itu RD. Junarto Timbang mendampingi kelompok OMK.
Misa dalam rangka Animasi APP 2015, Messawa
Mereka yang juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini adalah tim dari PSE Caritas KAMS adalah Fr. Heribertus Djarot, HHK, Martina dan Natalia. Menarik bahwa animasi APP di Kevikepan Sulbar diikuti oleh para pastor paroki dan kapelan yang pasti membuat umat yang hadir semakin bersemangat karena hirarki turut berperan serta. Tentu saja dari animasi ini, umat Kevikepan Sulbar berterima kasih kepada Komis PSE-Caritas KAMS yang tidak kenal lelah datang di Kevikepan Sulbar memberikan animasi  dari tahun ke tahun. Kehadiran komisi PSE di tengah-tengah umat membuka wawasan baru tentang APP di antara umat. Harapan kami kegiatan-kegiatan selain animasi juga dihidupkan dalam keuskupan agar umat semakin terbantu dalam menghayati imannya. Di sela-sela kegiatan animasi ini, RD Fredy juga menyegarkan para pengurus CUMK agar pengetahuan dan orientasi CUMK disegarkan kembali sebagai wahana pemberdayaan umat di bidang ekonomi.*** Penulis: Anton Ranteallo

Tidak ada komentar: