Rabu, 29 Juli 2015

ZIARAH BUNDA MARIA PIETA SOPPENG: “KUNJUNGILAH BUNDAMU …”

"Kunjungilah Bundamu mohon doa restu – berkat atas cita-cita, kerja dan perjuangan hidupmu bersama Maria Bunda Pengharapan dan Yesus Putera-Nya, hari depanmu cerah!”.

Kalimat ini merupakan tema ziarah Bunda Maria Pieta Soppeng pada Sabtu-Minggu, 16-17 Mei 2015. Ziarah tahunan kali ini mengangkat tema tersebut dengan maksud hendak mengulangi harapan perintis ziarah Bunda Maria Pieta Soppeng, yaitu Pastor Leo Blot, CICM (Alm.), yang beliau tuliskan pada papan ucapan selamat datang sekitar tahun 1979 yang lalu. Melalui tema ini, para peziarah Bunda Maria Pieta Soppeng tahun 2015 merenungkan kembali jejak-jejak sejarah Gereja Paroki Santa Perawan Maria Bunda Pengharapan Suci Soppeng yang di dalamnya meliputi sejarah ziarah Bunda Maria Pieta Soppeng.

“KUNJUNGILAH BUNDAMU” adalah ajakan kepada seluruh umat untuk datang ke gereja Katolik di Soppeng. “MOHON DOA RESTU – BERKAT ATAS CITA-CITA, KERJA DAN PERJUANGAN HIDUPMU” adalah sebuah doa permohonan untuk semakin menguatkan kesetiaan pada iman akan Kristus dalam realitas hidup sehari-hari. “BERSAMA MARIA BUNDA PENGHARAPAN DAN YESUS PUTERANYA” adalah dua figur teladan yang tergambar pada patung Maria Pieta. “HARI DEPANMU CERAH” adalah harapan setelah menimba kekuatan iman dari kunjungan kepada Maria Pieta di Soppeng.

Pada hari Jumat, 15 Mei 2015 rombongan peziarah sudah mulai berdatangan. Rombongan peziarah semakin banyak berdatangan pada hari Sabtu, 16 Mei 2015 sejak pukul 13.00 WITA. Pada pukul 19.15 WITA, kegiatan ziarah ini dimulai dengan acara pembukaan ziarah. Dalam acara ini, para peziarah menerima rombongan Bapak Bupati Watansoppeng, Drs. H. A. Soetomo, M. Si , yang mewakili pemerintah Kabupaten Soppeng. Dalam sambutannya, Bapak Bupati Watansoppeng mendukung dengan sepenuh hati kegiatan rohani seperti ziarah Bunda Maria Pieta Soppeng. Dukungan itu telah beliau lakukan melalui kehadirannya setiap tahun selama masa jabatannya sebagai Bupati Watansoppeng dalam dua periode. Bagi beliau, kegiatan ziarah ini juga mencerminkan pluralitas agama dan toleransi umat beragama di Kabupaten Soppeng. Sekitar pukul 19.55 WITA, rombongan Bapak Bupati Watansoppeng meninggalkan tempat acara pembukaan ziarah.

Kegiatan dilanjutkan dengan Ibadat Sabda – Salve yang dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Agung Makassar (KAMS), Pastor Stephanus Tarigan, CICM. Dalam homilinya, Pastor Stephanus Tarigan mengajak umat/peziarah untuk memanfaatkan kesempatan ziarah tahunan ini agar umat sungguh dapat memetik dan membawa pulang buah-buah rohani. Ibadat Sabda – Salve berlangsung sampai pukul 21.30 WITA. Kegiatan selanjutnya adalah novena Roh Kudus hari ke-2. Setelah itu, sekitar pukul 21.45 kegiatan dilanjutkan dengan Perarakan Patung Bunda Maria – Pawai Lilin – Doa Rosario. Kegiatan ini dimulai dari halaman di samping gereja dan berakhir di depan gua Maria. Dengan nyala lilin perarakan, umat berarak di belakang patung Maria sambil mendaraskan doa Rosario. Sebagai penutup kegiatan di hari Sabtu itu, Orang Muda Katolik (OMK) berkumpul untuk mengadakan Malam Kreasi Orang Muda Katolik pada pukul 23.00 WITA, bersama dengan tim dari Komisi Kepemudaan KAMS. Kegiatan ini diisi dengan kegiatan bersama dan ditutup dengan penyalaan api unggun. Kegiatan berakhir sekitar pukul 00.05 WITA.

Pada hari Minggu 17 Mei 2015, seluruh peziarah (kira-kira 793 orang) dari luar dan dari dalam Paroki Santa Perawan Maria Bunda Pengharapan Suci Soppeng merenungkan Jalan Salib Yesus bersama dengan Bunda Maria. Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.15 WITA ini dikemas sedemikian rupa, yakni mengikutsertakan di bagian depan perarakan mahkota duri, cambuk, tombak, paku, bunga, 30 keping uang logam, dan palang salib besar. Jalan salib dimulai dari depan gua Maria dan berakhir di perhentian ke-14, dekat Patung Bunda Maria Pieta.

Sekitar pukul 09.30 WITA, kegiatan ziarah berpuncak pada Perayaan Ekaristi yang langsung dipimpin oleh Pastor Stephanus Tarigan, CICM sebagai selebran utama. Perayaan Ekaristi yang dirayakan di halaman gereja ini juga dihadiri oleh Vikep Makassar, Pastor Alex Lethe, Pr, dan Pastor Paroki Soppeng, Pastor Imanuel Asi’, Pr sebagai konselebran. Selain itu, ada juga beberapa pastor lain yaitu Pastor Willem Tulak, Pr, Pastor Martinus Mattani, Pr, Pastor Junarto Timbang, Pr, Pastor Simon Refliandy, Pr, Pastor Cakra Arung Raya, Pr dan Pastor Simon Tunreng Malatta, Pr. Dalam homilinya, Pastor Stephanus Tarigan mengangkat permenungan tentang komunikasi dalam keluarga karena Perayaan Ekaristi pada hari itu adalah Perayaan Ekaristi Hari Minggu Paskah VII yang bertepatan dengan Hari Minggu Komunikasi Sedunia yang ke-49. Dalam sambutan mewakili Uskup Agung KAMS, Pastor Stephanus Tarigan mengajak umat untuk merenungkan tema ziarah tahun 2015 dan mengajak umat untuk memberi perhatian pada pengembangan sarana dan prasarana ziarah Bunda Maria Pieta Soppeng. Perayaan Ekaristi berakhir sekitar pukul 11.30 WITA dan sesudah itu para peziarah satu per satu mulai meninggalkan tempat peziarahan Bunda Maria Pieta Soppeng. *** Penulis: Pastor Imanuel Asi’, Pr

Tidak ada komentar: