Sabtu, 18 April 2015

40 Tahun Imamat Mgr. John Liku-Ada’: Ia Mengabdikan Talentanya untuk Umat

Proficiat, Mgr. John Liku-Ada’ memperingati  Tahbisan Imam 40 tahun lalu, 10 Januari 1975. Sudah 40 tahun Berkat Allah mengalir melalui Pengabdian Mgr. John Liku-Ada’. Tak terhitung berapa banyaknya buah-buah Kasih Mgr. John yang telah dinikmati oleh seluruh umat semua lapisan. 
             Saya mengenang masa-masa bersama Mgr. John. Mulai dari masa di SPC (Seminari Santo Petrus Claver), Makassar. Ia jago senam, badannya bisa dilipat, elastis. Masa di Seminari Tinggi Santo Paulus, Yogyakarta. Pernah kami berlibur ke pantai Parang Tritis. Dari desa Kentungan (lokasi Seminari) kami seminaris asal Makassar bersepeda dalam barisan sangat panjang membawa alat-alat dapur seperti panci, ember, melintasi Jalan Malioboro, jalan paling ramai di tengah kota Yogya. Sepanjang jalan orang-orang yang melihat barisan kami terheran-heran dan tersenyum-senyum. 
Di Parang Tritis kami mendirikan tenda besar karena banyak di antara kami yang terlatih sebagai pramuka. Sore hari beli bebek, sudah disembelih masih lari mengejar kawanannya. Malam hari kami menari “Maengket” mengelilingi gulai bebek yang sedang mendidih di atas api unggun. Pastor Alex Paat yang waktu itu sedang menyelesaikan skripsinya ikut bersama kami. 
Kisah-kisah kecil seperti  itu menjadi kenangan kebersamaan (dulcis memoria). Bukankah masa lalu bermakna aktual dan menyehatkan pikiran sehingga tidak lekas pikun menurut penelitian para pakar neurohealthy. 
Di Seminari Tinggi Mgr. John terlihat makin serba unggul. Beliau lulus tes masuk  sebuah kursus bahasa Inggris di Akademi Kateketik Yogya yang saya dengar sangat sulit. Skripsi sarjananya adalah skripsi paling tebal yang saya pernah lihat. 
Kemudian kami berpisah.  Beliau kembali ke Sulsel untuk menerima Tahbisan Imam 10 Januari 1975. Selesai di Yogya, saya ditugaskan di Ikar (Institut Katektik Rantepao yang kemudian menjadi STIKPAR) bersama Pastor Markus van den Berghe CICM. Kemudian saya ke Jakarta dikirim dan dikunjungi oleh Mgr. Th. Lumanauw. 
Saya membaca berita Pastor John Liku diangkat menjadi Uskup Auxiliaris pada 11 Oktober  1991. Disusul penunjukan sebagai  Uskup Agung, 11 November 1994. Penahbisan pada 2 Februari 1992: Consecrator Utama adalah Mgr. Franciscus van Roessel  CICM;  Co-Consecratores adalah  Mgr. Julius Riyadi Darmaatmadja SJ dan Mgr. Joseph Theodorus Suwatan MSC. Sedangkan Misa installatio sebagai Uskup Agung diosesan pada 19 Maret 1995 dipimpin oleh Dubes Vatikan, Mgr. Pietro Sambi.
Selama bertugas belajar di Institut Spiritualitas, Universitas Kepausan Gregoriana di Roma, 1981-1986, Pastor John tidak ingin kehilangan semangat pastoralnya. Maka beliau lebih suka menggunakan waktu-waktu liburan untuk berkarya di paroki, baik di Italia maupun di Jerman dan di Amerika Utara (Canada). Kerajaan-Nya semakin besar di Sulawesi Selatan-Tenggara-Barat sesuai dengan motto Mgr. John “Illum oportet crescere” (“Ia harus makin besar”  -  Yoh. 3:30). 
Post Scriptum:  Teman-teman se-alumni SPC, mari kita berdoa, bersyukur dan berbangga atas Perayaan 40 Tahun Tahbisan Imamat Mgr. John Liku-Ada’  (sesuai ungkapan ke-5 “Panca-Ungkapan Kasih Alumni SPC”). *** Penulis: Paul K. Somalinggi’ 

SOSIALISASI TEMA APP 2015: POLA HIDUP SEHAT DAN BERKECUKUPAN


Tema ini mengikuti tema pokok gerakan APP Nasional tahun 2012–2016 yakni “Mewujudkan Hidup Sejahtera”. Tim APP KAMS yang terdiri dari Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi, Komisi Kateketik-Liturgi, Komisi Kepemudaan, Komisi KKI dan Komisi Pendidikan serta Komisi Komunikasi Sosial dan telah mempersiapan merancang bahan animasi untuk berbagai kelompok; mengembangkan tema ini sesuai dengan kondisi umat Keuskupan Agung Makassar.
Usia 44 Tahun Aksi Puasa Pembangunan sejak disahkannya  sebagai Gerakan Tobat Bersama oleh Sidang MAWI 1971 merupakan kesempatan merefleksikan diri untuk kemudian membangun sikap kepedulian dan komitmen dalam ber-APP. APP menjadi bagian penting Gerakan Gereja Katolik Indonesia yang membangun keberdayaan umat bersama masyarakat sepanjang tahun melalui aksi solidaritas dan berbagi.
Dalam proses meramu bahan animasi, langkah pertama Panitia APP KAMS setelah menerima format acuan Gerakan APP 2015 dari Panitia APP Nasional-KWI   mengadakan pertemuan awal pada bulan September 2014 untuk menindaklanjuti dengan membahasnya guna membuat latar belakang dan alur pembahasan tema umum APP 2012-2016 serta merumuskan butir-butir materi tersebut menjadi sub-tema materi animasi APP 2015  untuk umat di Keuskupan Agung Makasaar  dengan tetap konsisten memperhatikan aspek-aspek utama dalam renungan, yakni :
1. Aspek kesadaran dan tanggung jawab pada diri sendiri
2. Aspek kesadaran dan tanggung jawab terhadap sesama
3. Aspek kesadaran dan tanggung jawab terhadap alam semesta
4. Aspek ibadat dan ketaatan serta penyembahan kepada Allah Tritunggal.
Pada pembahasan selanjutnya, dari setiap sub-tema tersebut oleh tim diberikan penjelasan singkat, teks Kitab Suci yang menjadi pijakan dari sub-tema yang terkait dan hasil yang diharapkan dari setiap pertemuan animasi.
Setelah draf tersebut siap,  kemudian dikirim ke RD. Hendrik Njiolah untuk diberikan penjelasan singkat teks kitab sucinya. Hasilnya dimuat dalam bagian awal setiap buku animasi yang telah dicetak dan dibagikan kepada para animator APP 2015 dan hasil yang diharapkan dimuat pada setiap bagian awal materi pertemuan animasi.
Agar materi animasi APP 2015 bisa sesuai dengan kelompok sasaran animasi maka Panitia APP KAMS bekerjasama dengan Komisi-komisi KAMS untuk mengembangkan menjadi penyajian materi animasinya. Materi untuk umat disusun oleh Komisi Evangelisasi (Komkat, Komlit, Kerasulan Kitab Suci) dengan mengetengahkan teknik Sharing Injil 7 langkah. Materi untuk OMK dan Mahasiswa disusun oleh Komisi Kepemudaan dan Pastor Kemahasiswaan dengan teknik komunikasi dua arah yang penyajiannya dikemas dalam metode diskusi. Materi untuk kelompok Sekami disusun oleh Komisi KKI dengan melibatkan Tim Sekami Kevikepan Toraja  yang dalam penyajiannya  mengutamakan suasana keceriaan dengan metode bernyanyi dan bermain. Sedang untuk kelompok Siswa di sekolah disusun oleh Komisi Pendidikan/MPK  yang disajikan dalam RPP (rencana proses pembelajaran) di sekolah dengan 4 macam bahan yang disediakan, yakni : Buku untuk siswa SD kelas 1-III, Buku untuk siswa SD kelas IV-VI, Buku untuk siswa SMP dan Buku untuk siswa SMA / SMK.
Untuk masa prapaskah, Komisi Komunikasi Sosial juga telah menyusun materi animasi APP 2015 untuk siaran radio FM dalam Kota Makassar berdurasi 30 menit dengan program siar Santapan Rohani, yakni di radio RRI, Telstar dan Barata. Demikian juga untuk acara siaran di TVRI Sulsel yang ditayangkan pada hari minggu kedua dan keempat jam 16.00-16.30 Wita dalam program Kabar Sukacita.
Pada tahun ini, materi animasi APP untuk kelompok Umat, OMK dan Sekami dicetak dalam bentuk satu buku panduan dengan judul Panduan Aksi Puasa Pembangunan 2015 Keuskupan Agung Makassar yang diterbitkan oleh Batu Silambi‘ Publishing dengan ber-ISBN. Sedang materi untuk siswa di sekolah dicetak dalam format seperti buku pada tahun-tahun sebelumnya karena keterbatasan waktu yang ada.
Dalam pelaksanaan animasi di tingkat kevikepan pada tahun ini, Panitia APP melibatkan lebih banyak Animator Kevikepan dalam kegiatan pembekalan animasi APP di banding dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan maksud supaya materi APP bisa sampai ke kelompok-kelompok basis. Dengan itu diharapkan jumlah kegiatan animasi di setiap kevikepan diperbanyak.
Pelaksanaan kegiatan animasi tingkat kevikepan ini dibiayai dari dana operasional APP 2015, khusus di Parepare dari swadaya paroki, dengan peserta yang hadir sesuai dalam daftar hadir sebanyak 176 orang.
Dalam setiap pertemuan animasi pembekalan para animator APP KAMS, ketua Panitia APP KAMS, RD. Fredy Rante Taruk menegaskan pada bagian sesi awal, bahwa APP adalah Gerakan Tobat umat yang terungkap dalam membangun kebersamaan dengan saling percaya yang dimulai dari diri sendiri yang perlu disiapkan dan didukung oleh seluruh Komisi dan Lembaga Gerejani dalam keuskupan dan seluruh umat  sehingga menjadi bagian sukacita penebusan Yesus Kristus yang menyelamatkan umat manusia seutuhnya, karena yang perlu pertobatan bukan hanya panitia APP saja tetapi seluruh umat. Bertobat adalah Gerakan berbalik kepada Tuhan dengan perubahan hati sehingga orientasi hidup tertuju kepada Kristus melalui solidaritas dan kepedulian kepada sesama terlebih mereka yang berkekurangan, lemah, miskin dan terpinggirkan. Tobat menjadi   jawaban manusia kepada kebaikan dan kerahiman Tuhan.
Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan latar belakang dan alur pembahasan tema APP 2012-2016 serta pengantar tema APP 2015 dengan tujuan khusus :
1. Menghargai dan menghormati tubuh sebagai    kenyataan yang sangat pribadi sebagai tanda dan wahana untuk membangun hubungan-hubungan dengan sesama, dengan Allah dan alam semesta demi terwujudnya kesejahteraan bersama. Hubungan-hubungan tersebut terwujud nyata dalam perilaku yang seimbang jasmani dan rohani
2. Buah-buah keseimbangan hidup ini mewujud dalam perilaku hidup yang manusiawi:  bersikap adil, jujur, benar dan penuh kasih.
3. Buah-buah keseimbangan hidup juga mewujud dalam menjaga, memelihara dan membangun lingkungan hidup yang baik dan berkelanjutan.
4. Akhirnya diharapkan setiap orang memiliki sikap hormat dan syukur kepada Allah Sang Pencipta. Manusia menyadari semuanya berasal dari Tuhan dan kembali mempersembahkan diri secara utuh kepada Tuhan.
Baik tujuan khusus maupun hasil yang diharapkan akan dicapai melalui uraian penyajian materi dalam 5 pertemuan dengan sub-tema sebagai penjabaran dari tema Pola Hidup Sehat dan Berkecukupan :
Pertemuan I : Menghargai dan Menghormati Tubuh Sebagai Anugerah Allah
Pertemuan II : Menjaga Keseimbangan Hidup Jasmani dan Rohani
Pertemuan III : Perilaku Benar, Jujur,  dan Berbagi dengan Sesama
Pertemuan IV : Perilaku Ramah, Tekun dan Bertanggungjawab terhadap Lingkungan Hidup
Pertemuan V : Mempersembahkan diri secara utuh kepada Tuhan.
Setelah jeda rehat, peserta diajak masuk dalam kelompok sesuai tugasnya, yakni kelompok umat, OMK dan Sekami untuk simulasi dan penjelasan khusus yang berkaitan meteri. Pada animasi selain di Toraja dan Makassar, kelompok guru bergabung dengan kelompok yang dianggap sesuai. Antara lain, bagi guru SMA/SMK bergabung ke kelompok OMK, atau guru TK bergabung ke kelompok Sekami.
Sebagai penutup kegiatan animasi pembekalan para animator APP 2015, Ketua Panitia APP KAMS memberikan penjelasan pengelolaan dana APP KAMS dari penerimaan sampai penggunaanya. Dimana salah satu penggunaannya dikembalikan ke paroki atau kelompok kategorial dalam bentuk proposal proyek kegiatan, setiap paroki makasimal dapat mengusulkan 3 proposal    dengan ketentuan 1 proposal untuk kegiatan internal paroki dan 2 proposal untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Gerakan APP merupakan kegiatan yang bersifat ‘masif’ yaitu gerakan melibatkan banyak orang dan fihak, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, laki-perempuan, kaya-miskin atau singkatnya adalah seluruh umat untuk ‘mengolah hati dan rohani’ sebagai pertobatan hati yang paling dalam dari setiap orang untuk menyelami kerahiman Tuhan yang diwujudkan melalui ‘olah harta’ dengan aksi solidaritas untuk membangun Kerajaan Allah dengan melakukan perubahan sosial dalam kebersamaan sebagai persekutuan umat Allah.

Peserta Animasi  APP 2015, Parepare
Tema Umum “Mewujudkan Hidup Sejahtera” masih akan didalami lagi pada tahun 2016 yang akan datang dengan tema ‘Hidup Pantang Menyerah: Tekun, Ulet dan Sabar’. Selamat Ber-APP. *** Penulis: Fr. Heribertus Djarot HHK

ANIMASI APP 2015 DI KEVIKEPAN SULBAR

Animasi APP 2015, Tobadak
Masa Prapaskah tahun ini (2015) jatuh pada bulan kedua yang diawali dengan hari Rabu Abu, 18 Februari. Memasuki lingkaran masa Prapaskah, Gereja Katolik melaksanakan pantang dan puasa selama 40 hari. Selain itu, Gereja Katolik juga mengadakan gerakan tobat bersama yang dibantu dengan merenungkan Sabda Tuhan  secara intensif selama masa ini.
              Sebelum memasuki masa Prapaskah, komisi APP KAMS mengadakan animasi dari kevikepan ke kevikepan. Di kevikepan Sulawesi Barat, animasi diadakan dua gelombang. Gelombang pertama tanggal 1-2 Februari yang diikuti tiga paroki: Paroki St. Maria Mamuju, Paroki St. Yusuf Pekerja Baras dan Paroki St. Mikael Tobadak-sebagai tempat pertemuan. Peserta yang hadir pada gelombang pertama sekitar 80-an orang.
Animasi kedua, tanggal 3-4 Februari juga diikuti oleh tiga paroki: Paroki St. Yosep Polewali, Paroki St. Petrus Mamasa, dan Paroki St. Fransiskus Xaverius Messawa-sebagai tuan rumah. Peserta yang hadir pada animasi kedua sekitar 100-an orang.  Animasi APP yang rutin dilakukan setiap tahun ini langsung dimotori oleh RD. Fredy Rantetaruk, ketua Komisi PSE-Caritas KAMS.
Baik animasi pertama maupun kedua di Kevikepan Sulbar dibuka oleh Koordinator PSE-Caritas Kevikepan Sulbar, RD. Semuel Sirampun. Di awal acara, RD. Semuel mengatakan bahwa semua materi yang telah dipersiapkan oleh tim PSE KAMS mengantar kita pada gerakan tobat yang sesungguhnya. Dengan demikian kepedulian terhadap sesama semakin bermakna lewat tindakan nyata di paroki masing-masing nantinya.
Mengawali materinya, RD. Fredy menjelaskan dengan singkat animasi-animasi yang telah dibuat di Kevikepan Toraja dan Kevikepan Sultra. Ia mengajukan dua pertanyaan kepada peserta: “Apa yang terlintas di pikiran Anda mendengar APP?” “Bagaimana APP dilaksanakan tahun 2014?” Peserta satu per satu memberi komentar-jawaban untuk setiap pertanyaan. Menegaskan jawaban peserta, RD. Fredy menjelaskan lebih jauh lagi apa itu APP. Dikatakan bahwa gerakan APP sudah 44 tahun di Indonesia sejak disahkan sebagai gerakan tobat bersama oleh sidang MAWI (sekarang KWI) tahun 1971. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk merefleksikan diri, membangun solidaritas dan komitmen ber-APP. Momentum seperti ini tidak hanya di Gereja Katolik tetapi juga ada di agama-agama lain. Inti dari gerakan tobat adalah kesadaran akan diri sebagai mahluk Tuhan dan dipersembahkan kembali kepada Tuhan.
APP sejatinya berpuncak pada perayaan Paskah dan merupakan gerakan tobat umat yang terungkap dalam membangun kebersamaan dengan saling percaya. APP juga adalah bagian penting gerakan Gereja Katolik Indonesia yang membangun keberdayaan umat bersama masyarakat sepanjang tahun.  Maka itu, APP perlu disiapkan dan didukung oleh seluruh komisi dan lembaga gerejani dalam keuskupan dan seluruh umat sehingga menjadi gerakan bersama.
Gerakan tobat pada APP adalah berbalik kepada Tuhan dengan perubahan hati sehingga orientasi hidup terarah pada Kristus lewat solidaritas dan kepedulian kepada sesama terlebih kepada yang berkekurangan, lemah, miskin, dan terpinggirkan. Tobat menjadi jawaban manusia terhadap kebaikan dan kerahiman Allah. Maka itu pertobatan sejati harus dimulai dari diri sendiri. Pertobatan berasal dari sikap bebas untuk memilih, mengasihi, dan mencintai Allah. Tetapi tobat juga tidak bisa dipaksakan karena ia merupakan sikap bebas dari dalam diri setiap orang.
Dalam Kitab Yoel 2: 13 dikatakan, “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. Sementara itu dalam Kitab Yesaya 58:6-8 dikatakan  “Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.” Teks ini menjelaskan bagaimana sikap tobat itu.
  Dosa berkembang karena surutnya relasi pribadi dengan Allah yang telah mencintai sehingga muncullah iri hati, cemburu, egois, serakah, materialistik, dll. Pertobatan sejati terletak pada kasih sejati kepada Allah dari dalam diri secara utuh. Tujuan dari ber-APP adalah pertobatan hati yang terdalam dari setiap orang, inilah yang disebut dengan oleh hati (rohani), aksi solidaritas untuk membantu dan meringankan sesama, dikenal dengan olah harta, membangun Kerajaan Allah dengan melakukan perubahan sosial dalam kebersamaan sebagai persekutuan umat Allah.
Namun sejatinya, tujuan ber-APP dikerjakan oleh umat sepanjang tahun, hanya intensif pada masa prapaskah. Maka wujud dari APP adalah doa, puasa, sedekah, dan aksi. Wujud dari sedekah melalui dana APP sebagai hasil dari oleh hati, olah rohani dan olah harta. Dana APP berasal dari penghematan yang didasari oleh perubahan hati untuk peduli kepada sesama terutama mereka yang miskin, lemah, dan terpinggirkan.
Pada sesi berikutnya, Katekis Petrus Matutu menjelaskan mengenai materi-materi untuk pertemuan umum. Ada lima tema yang dibahas yakni menghargai dan menghormati tubuh sebagai anugerah Allah, menjaga keseimbangan hidup jasmani dan rohani, perilaku benar, jujur, dan berbagi dengan sesama, perilaku ramah, tekun, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup dan mempersembahkan diri secara utuh kepada Tuhan. Pada salah satu sesi juga diadakan simulasi bagaimana memimpin sebuah pertemuan. Semua pertemuan menggunakan pola sering injil 7 langkah. Animator dari Toraja, Kak Martin dan Kak Ibrahim juga hadir mendampingi kelompok Sekami. Selian itu RD. Junarto Timbang mendampingi kelompok OMK.
Misa dalam rangka Animasi APP 2015, Messawa
Mereka yang juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini adalah tim dari PSE Caritas KAMS adalah Fr. Heribertus Djarot, HHK, Martina dan Natalia. Menarik bahwa animasi APP di Kevikepan Sulbar diikuti oleh para pastor paroki dan kapelan yang pasti membuat umat yang hadir semakin bersemangat karena hirarki turut berperan serta. Tentu saja dari animasi ini, umat Kevikepan Sulbar berterima kasih kepada Komis PSE-Caritas KAMS yang tidak kenal lelah datang di Kevikepan Sulbar memberikan animasi  dari tahun ke tahun. Kehadiran komisi PSE di tengah-tengah umat membuka wawasan baru tentang APP di antara umat. Harapan kami kegiatan-kegiatan selain animasi juga dihidupkan dalam keuskupan agar umat semakin terbantu dalam menghayati imannya. Di sela-sela kegiatan animasi ini, RD Fredy juga menyegarkan para pengurus CUMK agar pengetahuan dan orientasi CUMK disegarkan kembali sebagai wahana pemberdayaan umat di bidang ekonomi.*** Penulis: Anton Ranteallo

Agenda Bapa Uskup: Maret - Mei 2015

Maret 2015
Tgl. Acara
01  Misa di Katedral
02  Misa dengan Frater HHK
03  Misa Malam Keakraban Anging Mam   miri di Jakarta
04  Kembali dari Jakarta
05  Misa Komunitas
06  Jalan Salib dan Misa bersama Frater HHK
08 Misa di Katedral
09 Undangan Prof. Dr. Qasim Mathar
10 Hari Imam; sore: Misa di SPC
11 Misa di Siti Miriam
12 Misa Komunitas
13 Jalan Salib dan Misa bersama Frater HHK
15 Misa di Katedral
16 Misa dengan Frater HHK; Pertemuan Tour Raptim
17 Hari Imam; Pertemuan dengan Provin sial BKK
18 Ke Pontianak
19-20 Acara di Pontianak
21 Kembali dari Pontianak
23 Misa dengan Frater HHK
24 Hari Imam
25 Misa di Siti Miriam
26 Hari Imam: Rekoleksi Imam dan Misa Krisma
27 Jalan Salib dan Misa bersama Frater HHK
29 Minggu Palma
30 Misa dengan Frater HHK
31 Hari Imam

April 2015
Tgl. Acara
01 Misa di Siti Miriam
02 Kamis Putih
03 Jumat Agung
04 Sabtu Suci
05 Paskah
06 Misa dengan Frater HHK
07 Hari Imam; sore: Misa di SPC
09-21 Tour Holy Land Raptim
26 Misa di Katedral
27 Misa dengan Frater HHK
28 Hari Imam
29 Misa di Siti Miriam
30 Misa Komunitas

Mei 2015
Tgl. Acara
01 Pemberkatan Gereja Sudiang & Pesta Emas PNA
02 Perayaan Pemb. Gereja Sudiang dan 50 Tahun PNA
03 Misa di Katedral
04 Misa dengan Frater HHK
05 Hari Imam; sore: Misa di SPC
06 Misa di Siti Miriam
07 Misa Komunitas
08 Misa dengan Frater HHK
09 Pelayanan Pernikahan
10 Misa di Katedral
11 Misa dengan Frater HHK
12 Misa Pembukaan RAT dan Seminar BKCU-K
13 Misa di Siti Miriam
15 Instalasi Uskup Agung Samarinda
16-17 Ziarah ke Soppeng (?)
19-21 Rapat Dewan Imam
21-22 Rapat Dewan Konsultor
24 Ke Palangkaraya
25-27 Rapat Pleno Komkat di Palangkaraya
28 Ke Pangkalan Bun
30 Paskah PUKAT di Jakarta
31 Dari Jakarta ke Makassar